Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

The Fed Pertahankan Bunga, Indeks Syariah Menguat

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 19 Juni 2014 09:13
The Fed Pertahankan Bunga, Indeks Syariah Menguat
Bursa saham Indonesia mendapat sedikit tambahan tenaga untuk membuka perdagangan di zona hijau.

Dream - Sentimen positif dari keputusan The Federal Reserves membuat pelaku pasar cukup yakin untuk melancarkan aksi beli. Akibatnya, indeks pagi ini dibuka menguat.

Pada sesi pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 19 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 8,10 poin (0,17%) ke level 4,895,86.

Memulai perdagangan, indeks masih bergerak naik dengan menguat 8,45 poin (0,17%) ke level 4896,31. Penguatan terjadi di tengah aksi asing yang justru melakukan aksi jual.

Penguatan juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang kali ini menguat ke level 160,76. Naiknya harga saham dari 45 emiten menggiring ISSI ke zona hijau.

Sementara indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indonesia (JII) pada perdagangan pukul 09.04 WIB menguat signifikan 1,52 poin (0,23%) ke level 660,09.

Sebanyak 16 emiten bluechips syariah bergerak menguat dan total perdagangan mencetak nilai Rp 65,85 miliar.

Dari kawasan regional, indeks saham didominasi penguatan. Hanya indeks SSEC Shanghai yang masih terpuruk di zona merah. Indeks Hang Seng dan Nikkei masing-masing menguat 14,8 poin dan 205,4 poin.

Kepaa Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan tak adanya kenaikan bunga dari The Fed diharapkan bisa mengurangi tekanan pada rupiah.

" Akhirnya membuka peluang bagi kenaikan IHSG," ujarnya.

IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak bervariasi pada kisaran 4875 - 4910. Satrio memperkirakan hanya penutupan diatas resisten 4910 yang akan mengawali Rally Pilpres.

Sementara itu Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya mengatakan indeks bisa kembali mengalami pelemahan lanjutan jika pelaku pasa kembali melancarkan aksi jual.

" Kekhawatiran berlebihan tentu akan membuat IHSG sulit bangkit," katanya. (Ism)

Beri Komentar