Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Di pesta pernikahan, fotografer memegang peranan penting. Dia mendokumentasikan prosesi pernikahan dan foto pranikah.
Makanya, jasanya banyak dicari oleh pasangan muda-mudi yang hendak menggelar pernikahan. Pasangan ini menginginkan ada dokumentasi manis ketika menikah.
Ini juga dilakukan oleh sepasang pengantin baru asal Singapura.
Dilansir dari Next Shark, Minggu 19 Agustus 2018, seorang pria bernama Ivan Tan menyewa jasa fotografer pernikahan dari perusahaan ternama.
Dia merogoh kocek sebesar US$2 ribu (Rp29 juta) untuk dokumentasi pernikahan.Sudah mahal-mahal, hasilnya membuat Ivan emosi. Mengapa?
Dream - Ketika melihat hasilnya, Ivan kecewa bukan main. Dia merasa sang fotografer tidak profesional. Foto-fotonya justru hancur. Kekecewaan ini dituangkan di akun Facebooknya sembari mengunggah foto-foto itu.
“ Lihatlah lebih dekat album pernikahan kami. MENGERIKAN! 90 persen dari pemotretan outdoor terlalu berlebihan,” tulis Ivan.
Dia mengatakan, saat foto di luar ruangan, dia, istri, dan para pendamping pengantin (mereka adalah saudara laki-laki dan perempuan) berpanas-panasan di luar.
Sang istri dan saudara perempuan mengenakan gaun putih. Begitu pula dengan pendamping pengantin pria yang mengenakan kemeja putih.

Pada dasarnya, warna putih ini justru akan memantulkan cahaya mentari dan membuat foto terlihat buruk. Inilah yang disesalkan oleh pria ini. Dia mengira fotonya terlihat bagus karena sang fotografer hanya mengatakan, “ Ya, bagus. Fotonya keren”.
“ Semua yang terlihat berlebihan ini dibilang bagus? Kami sulit melihat dengan jelas wajah kami. Bahkan, tubuhnya juga tidak terlihat dengan jelas. Kami malah kelihatan seperti hantu,” tulis Ivan.
Dia mempertanyakan keahlian fotografer perusahaan yang disewa. Dia tak yakin dengan kepiawaian tukang foto dalam mengambil gambar, mengatur kamera, dan menyesuaikan foto dengan lingkungan.
Dream - Ivan tambah emosi ketika mendengar pernyataan dari perusahaan. Memang, perusahaan jasa fotografi itu berjanji akan memperbaiki foto yang “ salah”.
Tapi, perusahaan ini justru menyalahkan subjek foto (Ivan dan istri) dan lingkungan untuk foto yang buruk.

“ Sudut pandang, pencahayaan, dan arahan kepada subjek fotomu untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Fotografer kami melakukan hal minimal. Di samping meminta maaf tentang inkompetensi, mereka justru mengkritik mengkritik subjek foto (saya dan istri) dan lingkungan untuk foto yang buruk,” tulis Ivan.
Ivan juga memperingatkan orang-orang untuk mewaspadai jasa fotografi ini. Setelah viral, laman Facebook perusahaan dibanjir dengan kritik orang-orang terhadap foto yang dipajang di halaman. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya