Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dolar Tembus Rp14.700, Bagaimana Nasib Indeks Syariah?
Dream - Bursa saham Indonesia tersengat sentimen negatif dari pelemahan bursa global. Ditambah sentimen kurs dollar AS yang menyentuh level Rp14.700, laju sebagian besar indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut Hari Kemerdekaan RI dengan bergerak melemah.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 16 Agustus 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjauh dari level 6.000 usai terkoreksi 32,792 ke level 5.783,798.
Di tengah pelemahan IHSG, tiga indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia justru tahan banting.
Meski diterpa aksi pemodal asing yang meningkatkan porsi jual sahamnya, indeks syariah berhasil ditutup menguat.
Alhamdulillah, pelemahan rupiah tidak menyeret indeks syariah ke zona merah. Dikutip dari papan perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), naik tipis 0,370 poin (0,22%) ke level 172,324.
ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di level 171,197 dan sempat terseret ke zona merah dengan level terendah di 170,196.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak menanjak 1,759 poin (0,28%) ke level 629,868. Begitu pula dengan indeks JII70 yang menguat 0,401 poin (0,19%) ke level 211,237.
Aksi lepas saham membuat 167 saham syariah terkoreksi. Nilai perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp3,63 triliun dari 40,45 miliar lembar saham.
Penguatan indeks syariah ini terjadi berkat aksi beli pemodal lokal. Sebaliknya, asing malah semakin meningkatkan porsi jualnya dengan nett sell mencapai Rp356 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral melemah. Saham sektor yang paling tajam koreksinya adalah saham infrastruktur yang melemah 1,78 persen, keuangan 1,68 persen, dan properti 1,01 persen.
Penguatan saham industri dasar sebesar 1,44 persen, industri aneka 1,03 persen, manufaktur 0,91 persen, dan barang konsumsi 0,71 persen belum cukup kuat mendongkrak perdagangan secara keseluruhan.
Investor lebih melirik saham UNVR. Alhasil, harga sahamnya naik Rp1.725. Penguatan harga saham ini diikuti oleh INTP sebesar Rp600, LPPF Rp300, TPIA Rp190, dan SMGR Rp150.
Saham keping biru syariah yang harga turun terdalam adalah UNTR sebesar Rp600, ITMG Rp575, INCO Rp190, INDY Rp110, dan TLKM Rp80.
Dari pasar keuangan, kurs dollar AS kembali menunjukan penguatannya. Dollar AS sore ini diperdagangkan di level Rp14.705 atau menguat 129 poin (0,89%). Sepanjang hari ini mata uang Paman Sam itu terus bergerak menguat dan menyentuh level tertingginya di Rp14.730.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya