Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Total Kekayaan Sandiaga Uno Mencapai Rp5 Triliun
Dream – Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno, telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Total harta yang dilaporkan mencapai Rp5,09 triliun.
Jika dibandingkan dengan penyetoran harta pada 2016 saat Sandiaga mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta, harta Sandiaga mencapai Rp3,85 triliun.
Selama rentang sekitar dua tahun, total harta kekayaan yang dilaporkan Sandiaga tercatat bertambah Rp1,24 triliun.
Dilansir dari Liputan6.com dan laman KPK, Kamis 16 Agustus 2018, kenaikan kekayaan mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini disebabkan oleh kenaikan harta di sektor aset tidak bergerak, surat berharga, serta giro dan kas.
Contohnya, di sektor aset tidak bergerak, harta Sandiaga saat ini mencapai Rp191,64 miliar. Pada tahun 2016, hartanya berupa aset tak bergerak mencapai Rp113,52 miliar.
Hartanya bertambah dengan adanya aset berupa tiga aset baru. Dua di antaranya berupa apartemen baru di New York senilai Rp33,22 miliar dan di Boston senilai Rp145,62 miliar.
Investasi di surat berharganya pun meningkat dari Rp3,72 triliun pada 2016 menjadi Rp4,7 triliun pada 2018.
Berikut ini adalah rincian harta Sandiaga Uno dulu dan sekarang.
Pada tahun 2016, harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan mencapai Rp113,52 miliar. Harta ini naik menjadi Rp191,64 miliar pada tahun ini karena ada penambahan aset.
Berikut ini adalah rincian aset tanah dan bangunan milik Sandiaga.
1. Tanah dan bangunan seluas 852 m2/582 m2 di kota Jakarta Selatan, hibah dengan akta Rp21,65 miliar
2. Tanah dan bangunan seluas 475 m2/239 m2 di kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp16,08 miliar
3. Tanah dan bangunan seluas 454 m2/250 m2 di kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp7,88 miliar
4. Tanah dan bangunan seluas 450 m2/511 m2 di kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp11,48 miliar
5. Tanah seluas 15 m2 di Tangerang, hasil sendiri Rp37,11 juta
6. Tanah seluas 15 m2 di Tangerang, hasil sendiri Rp37,11 juta
7. Tanah dan bangunan seluas 277 m2/277 m2 di kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp5,08 miliar
8. Bangunan seluas 160 m2 di 90 Holland Road, Singapura, hasil sendiri Rp7,5 miliar
9. Bangunan seluas 119 m2 di 3 Washington cr # 901, USA, hasil sendiri Rp7,48 miliar
10. Bangunan seluas 428 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp10,51 miliar
11. Bangunan seluas 434 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp10,64 miliar
12. Bangunan seluas 857 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp21,39 miliar
13. Bangunan seluas 434 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp23 miliar
14. Bangunan seluas 110 m2 di 416 Apartement Marlborough Street # 507 Boston, USA, hasil sendiri Rp15,62 miliar
15. Bangunan seluas 98 m2 di Apartement 10b, 163 West 18th Street, New York, USA, hasil sendiri Rp33,22 miliar
Tak ada perubahan di aset bergerak dan tidak bergerak milik Sandiaga. Pada tahun 2016 dan 2018 asetnya stagnan di level Rp325 juta. Berikut ini adalah rincian aset bergerak yang dimiliki dia.
1. Mobil, Nissan Grand Livina, minibus tahun 2013, hasil sendiri Rp100 juta
2. Mobil, Nissan X-Trail, minibus tahun 2015, hasil sendiri Rp225 juta.
Untuk harta bergerak lainnya seperti logam mulia dan aset bergerak lainnya, kekayaan Sandiaga tetap di angka Rp3,2 miliar.
Pada tahun 2016, Sandiaga memiliki investasi di surat berharga senilai Rp3,72 triliun dan US$1,28 juta.
Untuk giro dan setara kas, Sandiaga punya US$30,24 juta dan Rp3,72 triliun. Ada juga piutang senilai Rp13,83 miliar dan US$2,46 triliun.
Pada tahun 2018, angka investasi di surat berharga meningkat jadi Rp4,7 triliun. Giro dan setara kasnya mencapai Rp495,9 miliar dan harta lainnya sebesar Rp41,29 miliar.
Pada 2016, utang Sandiaga terdiri dari dua mata uang, yaitu dolar AS dan rupiah. Utang Sandiaga tercatat sebesar Rp8,44 miliar dan US$23,65 juta.
Pada tahun 2018, utangnya mencapai Rp340 miliar.
(Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozi, KPK)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia