Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Bank Muamalat Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp103,74 Miliar Pada Juni 2018.
Dream – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencetak pertumbuhan mengesankan di paruh pertama tahun 2018. Perusahaan perintis bank syariah ini mencatat kenaikan laba bersih hingga mencapai 246,2 persen.
Laba Bank Muamalat hingga Juni 2018 dilaporkan mencapai Rp103,74 miliar, atau naik hampir 3 kali lipat dibandingkan posisi setahun yang lalu sebesar Rp29,96 miliar.
“ Alhamdulillah pada kuartal II tahun ini, kinerja Bank Muamalat mendapatkan pencapaian yang positif,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, Achmad K. Permana, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 Desember 2018.
Permana mengatakan laba operasional perseroan naik 152,02 persen year-on-year dari posisi Rp61,83 miliar pada Juni 2017 menjadi Rp155,83 miliar pada Juni 2018.
Peningkatan ini didorong oleh pendapatan penyaluran dana murabahah senilai Rp838,57 miliar atau tumbuh 33,42 persen secara yoy.
Pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI), terutama dari penjualan surat berharga juga berkontribusi pada kenaikan laba operasional bank. Rasio laba terhadap aset atau return on asset (ROA) meningkat 0,34 persen dari Juni 2017 yang sebesar 0,15 persen menjadi 0,49 persen pada Juni 2018.
Sekadar informasi, capaian ini merupakan rekor perolehan laba bersih tertinggi yang diraih Bank Muamalat dalam jangka waktu 3 tahun terakhir.
“ Kami akan terus berupaya agar prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan supaya ekspansi bisnis Bank Muamalat dapat semakin bertumbuh,” kata dia.
Permana mengatakan angka rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing) berada di bawah 2 persen, baik NPF gross mauppun nett. Angka NPF gross pada Juni 2018 sebesar 1,65 persen, sedangkan nett 0,88 persen.
Rasio penyediaan modal minimum (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan tercatat sebesar 15,92 persen atau meningkat 2,98 persen (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,94 persen.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia