6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Pelemahan Lira Masih Membawa Sentimen Negatif Terhadap IHSG Dan Rupiah.
Dream - Sentimen global negatif dari pelemahan mata uang Turki, Lira, masih menjadi sentimen negatif pada bursa saham dunia, termasuk Indonesia. Kondisi ini memukul sebagian besar indeks acuan saham, kecuali indeks sektor komoditas, dan kurs rupiah.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 3,224 poin (1,86%) ke level 170,409. ISSI dibuka merah di level 173,270.
Laju ISSI memang tak sepenuhnya melemah. Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini sempat menguat ke 174,347. namun penguatannya tidak lama. ISSI kembali tergelincir.
Aksi lepas saham ini membuat harga 173 saham syariah tergelincir. Total perdagangan hingga sesi paska-penutupan perdagangan mencapai Rp5,18 triliun dari 79,33 miliar saham yang hilir mudik di lantai bursa.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga merosot 19,845 poin (3,10%) ke level 620,679. Sementara indeks JII70 terjun 6,186 poin (2,89%) ke level 208,145.
Dengan sebagain besar emiten yang bergerak melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 91,373 poin (1,56%) ke level 5.769,873.
Sebagian besar indeks sektoral melemah. Koreksi saham tertinggi terjadi di industri aneka, barang konsumsi, manufaktur, dan industri dasar. Keempat indeks ini turun masing-masing sebesar 3,27 persen, 2,83 persen, 2,81 persen, dan 2,52 persen.

Hanya ada satu indeks yang menguat, yaitu pertanian. Indeks ini terangkat 0,71 persen.
Saham UNVR terjun bebas Rp1.600, diikuti INTP yang harganya turun Rp700, PTBA Rp690, ITMG Rp500, SMGR Rp500.
Ada dua emiten bluechip syariah yang harga sahamnya naik teramat tipis, yaitu LPKR sebesr Rp10 dan PGAS Rp10.
Dari pasar uang, pelemahan lira juga menyeret rupiah ke level Rp14.607 per dolar AS.

Rupiah terperosok ke zona terdalam di level Rp14.625 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
