Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wah, Ternyata Orang Yang Suka Memberi Nasihat Cenderung Haus Kekuasaan.
Dream – Di acara televisi, orang yang haus kekuasaan ditunjukkan dengan orang yang licik. Namun, ternyata bukan itu.
Ada satu penelitian mengejutkan bahwa orang yang haus kekuasaan bukanlah orang licik. Tapi malah, orang itu suka memberi nasihat kepada rekan kerjanya.
Dilansir dari Quartz, Selasa 14 Agustus 2018, studi yang diterbitkan di Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa orang yang haus kekuasaan cenderung memberikan lebih banyak saran kepada orang lain.
“ Kamu akan meraih kekuasaan dengan memberikan saran kepada orang lain,” kata asisten profesor di Sekolah Bisnis Perancis, INSEAD, dan rekan penulis studi, Li Huang.
Huang mengatakan memberikan masukan akan menaikkan rasa kekuasaan. Plus, “ penasihat” akan merasa lebih penting kalau omongannya diikuti.
© Dream
Huang dan teman-teman peneliti dari Singapore Management University Marshall School, of Business, Harvard Business School, dan Duke University melakukan penelitian.
Mereka melakukan empat tes kepada responden tentang dampak kepada orang yang memberikan nasihat.
Hasilnya, orang yang memberikan saran secara langsung, bisa meningkatkan 10 persen kekuasaan.
Dari tes ini, Huang menyarankan seseorang untuk tidak memberikan saran kepada orang lain kalau tidak diminta.
“ Hanya sedikit orang yang bisa tahan dengan pemberi nasihat kronis yang membuat orang tidak tahan,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya