Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Indeks Syariah Malah Terkapar Hari Ini.
Dream - Sentimen global mendorong bursa saham syariah Indonesia melemah. Adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Turki untuk komoditas aluminium dan baja, membuat mata uang dunia melemah.
Kondisi perang datang Trump dan Erdogan itu dimanfaatkan pelaku pasar asing untuk menarik dana dari pasar modal Indonesia.
Laju tiga indeks acuan saham syariah juga mengalami tekanan. Ketikanya mendekam seharian di zona negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpental dari level 6.000.
Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 13 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 6,607 poin (3,38%) ke level 173,633. Indeks ini terus melemah sejak dibuka memerah di level 178,543. Aksi lepas saham membuat ISSI terus melemah dan sempat terseret ke level 173,553.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga turun 24,352 poin (3,66%) ke level 640,524. Indeks JII70 beringsut 8,276 poin (3,72%) ke level 214,331.
© Dream
Aksi jual saham yang dilakukan investor lokal dan asing menyeret 248 saham ditutup melemah. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat 47,57 miliar lembar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilainya transaksi terpangkas dalam menjadi Rp3,85 triliun.
Sentimen global juga memaksa pemodal asing tetap dalam posisi jualnya. Meski nilainya berkurang separuhnya, nett sell asing pada saham syariah mencapai Rp237 miliar.
Semua indeks sektor terkoreksi cukup dalam. Pelemahan saham terbesar terjadi pada sektor pertambangan yang amblas sampai 4,98 persen, keuangan 4,16 persen, dan industri dasar 4,03 persen.
Investor lebih suka melepas saham UNTR dan ITMG. Alhasil, harga kedua saham ini turun Rp1.775 dan Rp1.400. Harga saham UNVR juga turun Rp950, INTP Rp700, dan ICBP Rp450.
© Dream
Dari pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS loyo. Sejak dibuka, rupiah berada di level Rp14.594 per dolar AS. Malah, mata uang Garuda ini berada di level terendah di Rp14.603 per dolar AS.
Ketika ditutup, rupiah sedikit bernapas lega. Meskipun masih merah, rupiah berada di level Rp14.558 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya