Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PT Wijaya Karya Akan Merenovasi Istana Presiden Niger. (Foto: Akun Instagram @kementeriabumn)
Dream – PT Wijaya Karya Tbk (Persero)/WIKA kembali menggarap proyek di luar negeri. Kali ini, BUMN konstruksi akan merenovasi istana presiden Niger.
Dilansir dari akun Instagram Kementerian BUMN, @kementerianbumn, Senin 13 Agustus 2018, perusahaan pelat merah ini meneken kontrak Proyek Pembangunan Renovation Presidential Palace Republik Niger. Nilai proyek ini setara dengan Rp370 miliar.
Penandatangan ini dilakukan oleh Direktur Operasi Luar Negeri Wijaya Karya, Destiawan Soewardjono, dan Chief of Cabinet Republik of The Niger, Ouhomoudou Mahamadou.
Destiawan mengapresiasi pemerintah Nigeria karena mempercayai WIKA untuk menggarap proyek renovasi ini. Kerja sama ini pertama kali digagas saat Presiden Niger melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada bulan Oktober 2017. Kala itu Indonesia memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Niger dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur, yang diinisiasi dengan proyek renovasi istana presiden ini.
Proyek Renovasi Palais Presidentiel atau Istana Presiden merupakan entry point bagi WIKA untuk masuk ke pasar Afrika Barat.
Acara yang berlangsung selama 30 menit di Istana Presiden Nigeria tersebut diawali dengan pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI), A.M. Fachir, Duta Besar RI untuk Nigeria merangkap Niger, Harry Purwanto, Direktur Operasi WIKA, Destiawan Soewardjono dan Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Daniel Tumpal dengan Yang Mulia Presiden, Issoufou Mahamadou.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya