Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dan Prabowo Subianto. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Ekonom berharap pasangan Capres dan Cawapres 2019 menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu rencana program kerjanya. Hingga saat ini, program ekonomi berbasis prinsip syariah lebih banyak bergerak di tataran wacana.
“ Saya berpesan betul buat Sandi (Sandiaga) dan Kiai Ma’ruf jangan sampai ekonomi syariah tidak masuk dalam program mereka,” kata pengamat ekonomi syariah dari Institut Pertanian Bogor, Irfan Syauqi Beik dikutip dari Merdeka.com, Jumat 10 Agustus 2018.
Menurut Irfan, perkembangan ekonomi syariah hanya akan bergerak di tataran wacana jika tidak masuk dalam program yang akan diusung pasangan Capres-Cawapres.
Dengan masuknya ekonomi syariah dalam visi, misi, dan program kerja Capres-Cawapres terpilih, Irfan berharap, Indonesia yang memiliki banyak potensi bisa mengejar ketertinggalannya di antara negara-negara lain di dunia.
“ Sekarang ini, kalau bicara policy dominasi antara wacana dan realitas, masih lebih besar wacana,” kata dia.
Diakui Irfan, program pengembangan ekonomi syariah nasional memang tak bisa dikerjakan oleh pemerintahan baru mendatang. Butuh dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah bisa berkembang.
“ Bagaimana berbagai sektor ada link match yang cukup kuat. Ada konektivitas yang kuat, saling mendukung, saling back up, dan sinergi yang kuat, sehingga masing-masing tidak jalan sendiri. Jadi, ini ada di pundak capres dan cawapres kita,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya