Kalah di MK, Sandiaga Uno Dapat Kejutan Istimewa

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 28 Juni 2019 15:02
Kalah di MK, Sandiaga Uno Dapat Kejutan Istimewa
Sandiga mengingat kembali masa-masa merintis karier.

Dream - Mimpi Sandiaga Uno untuk berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan sebagai Wakil Presiden, terhenti. Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto atas pesaingnya di kursi RI 1 dan 2, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

Kekalahan di Pilpres 2019 menjadi kado pahit baginya. Seperti diketahui, sekitar dua jam setelah putusan, Sandiaga berulang tahun.

Dukungan keluarga menjadi obat atas kekalahan di pemilihan presiden 2019. Sandiaga mengunggah kejutan manis di hari ulang tahunnya.

" Hari ini dapat kejutan manis, pelukan sayang dari si kecil Sulaiman, juga video call dari 2 anak perempuan saya yang jauh di rantau. Puncaknya bisikan lembut do'a dari istri @nurasiauno tercinta," tulis Sandiaga, Jumat, 28 Juni 2019.

Sandiaga mengucap syukur kepada Allah SWT atas peristiwa ini.

" Di hari ulang tahun yang ke-50 ini, izinkan saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua saya, istri serta anak-anak, keluarga besar, dan juga seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan dan do'a," kata mantan Wakil Gubernur DKI itu.  

1 dari 5 halaman

Perjalanan yang Tak Terlupakan

 Unggahan Sandiaga Uno

Unggahan Sandiaga Uno saat ulang tahun (Foto: Instagram/sandiuno)

Sandiaga mengatakan, meski ada anggapan dianggap masih muda, dia sudah merasa ‘old’.

" Kalau netizen bilangnya saya setengah tua makanya belakangan ini dipanggil dengan sebutan Papa Online," ujar dia.

Dalam unggahan itu, dia bercerita mengenai lika-liku hidupnya. Dia terbayang bahagianya saat mendapat kerja, promosi jabatan, tiba-tiba kena PHK, lalu bangkit lagi meniti perjuangan hidup hingga pernah berada di puncak kesukesan.

" Hal ini tentu tidak lepas dari peran orangtua, istri dan keluarga. Saya sadar bahwa semua ini hanyalah titipan Yang Maha Kuasa," ucap dia.

Sandiaga bersyukur, di usia saat ini, dia sudah berkesempatan untuk berkontribusi dan memberikan banyak manfaat untuk orang banyak. Salah satunya yaitu perjalanan kampanye ke 1.567 titik kunjungan di seluruh wilayah Indonesia.

" Bagi saya lebih dari sekedar kampanye, tapi sudah menjadi perjalanan spiritual yang tak akan terlupakan seumur hidup," kata dia.

2 dari 5 halaman

MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi

Dream - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang diajukan oleh pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

" Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua MK, Anwar Usman, saat membacakan putusan hakim di ruang sidang Gedung MK, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

MK juga menolak seluruh keberatan Komisi Pemilihan Umum dan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

" Amar putusan mengadili, menyatakan dalam eksepsi menolak eksespi termohon dan pihak terkait seluruhnya," ucap Anwar Usman.

Keputusan MK bersifat final dan mengikat. Tak ada upaya hukum lain untuk menggugat putusan ini. Sehingga, dengan demikian, Jokowi-Ma'ruf tetap menjadi pemenang Pilpres 2019 sesuai dengan pengumuman KPU pada 21 Mei 2019.

Dalam penetapan itu diketahui paslon 01, Jokowi-Ma'ruf memperoleh suara 85.607.362 dan paslon 02 Prabowo-Sandi mendapat 68.650.239 suara.

3 dari 5 halaman

Buka Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2019, Ketua MK: Kami Hanya Takut pada Allah

Dream - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman resmi membuka sidang pembacaan putusan sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019.

" Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," kata Anwar di ruang sidang MK, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

Sebelum memulai pembacaan putusan, Anwar kembali menegaskan hakim MK tidak takut kepada siapapun kecuali Allah SWT.

" Kami hanya takut pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu, kami telah berijtihad, berusaha sedemikan rupa untuk mengambil putusan dalam perkara ini," ucap dia.

Anwar menjelaskan, putusan yang nantinya akan dibacakan itu berdasarkan sesuai dengan fakta yang terbukti di dalam persidangan.

" Oleh karena itu, diharapkan kepada kita semua untuk menyimak pengucapan putusan ini, terutama yang terkait dengan pertimbangan hukum dan amar putusan tentunya," kata dia.

4 dari 5 halaman

Instruksi Prabowo Subianto ke Pendukung Jelang Sidang Putusan MK

Dream - Jelang sidang putusan MK (Mahkamah Konstitusi) dalam kasus perselisihan hasil pilpres 2019, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi untuk para pendukungnya.

Instruksi itu disampaikan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Menurut Andre, Prabowo meminta para pendukungnya tak berbondong-bondong ke gedung MK. Prabowo menyarankan para pendukung untuk menonton hasil sidang putusan hasil pilpres 2019 melalui tayangan televisi.

" Kedua, apapun keputusannya, kita sikapi dengan tenang dan sejuk," kata Andre, dilaporkan , Kamis, 27 Juni 2019.

Andre mengatakan, BPN Prabowo-Sandi akan menyikapi dan menerima apapun putusan MK dengan lapang dada.

Rencananya, Prabowo dan Sandiaga Uno akan menyaksikan pembacaan putusan MK di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta. Prabowo dan Sandiaga rencananya akan ditemani pimpinan partai politik Koalisi Indonesia Adil Makmur.

" Pimpinan partai koalisi akan hadir dan nanti akan dilakukan rapat menyikapi pengumuman putusan MK," ujar dia.

5 dari 5 halaman

Polisi: Aksi di Depan MK Tak Berizin

Dream - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, mengingatkan, kepolisian tidak mengeluarkan izin aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Mahkamah Konstitusi.

Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah adanya aksi pada saat sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 yang digelar hari ini.

" Enggak ada (izin). Kami dari Polres Jakarta Pusat enggak keluarkan izin," ujar Harry saat dikonfirmasi, Kamis 27 Juni 2019.

Menurut Harry, kebanyakan massa yang mengikuti aksi demonstrasi berasal dari luar Jakarta. Paling banyak dari Jawa Barat.

Untuk itu, dia mengimbau massa untuk kembali ke rumah mengingat aksi ini tidak memiliki izin.

" Mereka mendengar dan lihat di media sosial. Jadi berita di medsos ini bahwa ada kegiatan selamatan, syukuran m, halal bihalal. Itu saya pastikan enggak ada izinnya dari Polda Metro Jaya," ucap dia.

Saat ini, ratusan massa sudah banyak berkumpul di sekitar patung kuda. Polisi juga sudah menutup jalan yang mengarah ke Gedung MK.

Harry menerangkan, ada 13.747 personel gabungan dari TNI dan Polri yang diturunkan untuk mengamankan sidang putusan MK. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.30 WIB.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone