Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Antre Di Depan Toko Louis Vuitton (Twitter @Crypto Nusret)
Dream - Rontoknya nilai tukar mata uang Turki terhadap dollar AS menjadi berkah buat pemburu barang-barang bermerk dunia. Mendadak, negeri yang dipimpin Recep Erdogan itu menjadi surga untuk mereka.
Dikutip dari laman Bloomberh, warga berbondong-bondong mengantre di depan sebuah toko ritel yang menjual barang-barang bermerek seperti Louis Vuitton, Chanel, dan Hermes.
Di komplek pusat perbelanjaan Istinye Park Mall, warga mengantre di bawah langit biru.
" Turki kini menjadi tempat belanja termurah di dunia," ujar Orhan (22) yang tengah mengantre Louis Vuitton untuk pasangan China yang juga berbelanja di tempat lain.
Di tempat lain di toko yang menjual barang bermerek Chanel, pengunjung yang sudah mengantre selama 1,5 jam berharap bisa mendapat sebuah tas kamera klasik keluaran Chanel yang dijual 18,500 lira.
Euro ve Dolar bazında dünyadaki en uygun Chanel’i bulabildiklerini görüyoruz. Bir günde yüzde 50 indirim olmuÅŸ gibi bir ÅŸey... pic.twitter.com/BoKEOjGxrY
— CeylanAtınç (@CeylanAtinc)August 12, 2018
Tas kulit itu dijual setara US$ 2,877 atau lebih murah 25 persen dibandingkan harga barang serupa yang dijual di situs online Chanel Eropa seharga US$3,700.
Di dalam toko, banyak pengunjung berusaha menanyakan harga barang incaran sambil menggenggam Ponsel iPhone untuk mengetahui nilai tukar euro dan dollar ASnya.
Dalam tiga perkan terakhir, kurs Lira terhadap dollar AS memang telah terjun bebas sampai 27 persen. Bahkan dalam satu pekan, nilai tukar Lira jatuh sampai 21 persen.
Para pemburu barang bermerek ini sebagian besar berwajah Asia dan Arab. Hanya beberapa saja dari kalangan orang Eropa. Sementara warga Turki sendiri tak tampak di antara kerumunan pengunjung.
Hmmm buna kalbim dayanmayabilir🤦🏻♀️ pic.twitter.com/2Mu6LIBHgk
— CeylanAtınç (@CeylanAtinc)August 12, 2018
" Kami mendapatkan dollar dan membeli barang di Turki dalam satuan Lira," ujar Carson (35) yang fasih berbahasa China dan bekerja di perusahaan telekomunikasi di Istanbul.
" Bagi perusahaan, kondisi ini takkan bagus untuk jangka panjang. Begitu pula buat warga lokal. Mereka menderita karena nilai tukar."
(Sah, Sumber: Bloomberg)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya