Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kurs Lira Turki Melemah Terhadap Dollar AS Termasuk Rupiah
Dream - Turki tengah berjuang melawan pelemahan mata uang negaranya, Lira. Jatuhnya Lira sebetulnya sudah berlangsung sejak awal 2018. Hingga saat ini nilai tukar Lira telah terpangkas sampai 50 persen terhadap dollar AS.
Tak hanya dollar AS, lira juga menyentuh nilai terendahnya terhadap mata uang Inggris, Poundsterling.
Di balik babak belurnya nilai tukar lira, kabar baik menghampiri para traveler dunia. Turki memang termasuk salah satu destinasi favorit pelandong luar negeri.
Sebagai informasi, turis kini bisa menukar uang 100 poundsterling dengan 820 lira. Nilai ini dua kali lipat dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 460 lira.
Untuk rupiah, kurs Lira terhadap mata uang Garuda juga telah terpangkas sampai separuhnya. Pada 14 Agustus 2017 lalu, masyarakat harus mengeluarkan uang Rp3785,55 untuk mendapatkan 1 lira.
Kini, masyarakat bisa mengoleksi 1 lir hanya dengan membayar separuhnya atau sekitar Rp 2.099,48.
Dengan kurs saat ini, para pelancong bisa mendapatkan uang lebih banyak saat mereka menukarkan mata uangnya. Alhasil, biaya untuk berlibur di Turki juga semakin murah dibandingkan negara Eropa lainnya.
Menukarkan uang untuk liburan sebaiknya dilakukan dengan segera agar mendapatkan kurs terbaik sebelum pergi ke destinasi
Selama ini Turki memang tengah berjuang keras untuk memacu kedatangan turis dunia setelah serangkaian teroris menyerang negara tersebut.
Pada 2017, sebanyak 39 orang tewas setelah tragedi penembakan di sebuah klub malam di Istanbul pada perayaan Tahun Baru.
Di tengah kondisi tersebut, Thomas Cook mencatat pemesanan untuk travel telah pulih dan meningkat tahun lalu. Operator travel itu melaporkan terjadi peningkatan pemesanan sebesar 63 persen di tahun 2018.(Sah)
(Sumber: express.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya