Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Turki Akan Membalas "hukuman" Amerika Serikat.
Dream – Hubungan Turki dengan Amerika Serikat semakin memanas. Setelah menuding Donald Trump mengibarkan perang ekonomi, balasan telak tengah disiapkan presiden Recep Tayyip Erdogan.
Sang presiden langsung melancarkan balasan dengan rencananya memboikot produk ponsel elektronik andalan AS, iPhone.
Dilansir dari CNBC, Rabu 15 Agustus 2018, Erdogan menunjukkan sikap tegas ini di pidatonya. Dia berkata bisnis Turki harus tetap berjalan dan mengekspor produk mereka. Produk elektronik Amerika Serikat akan mendapatkan sanksi.
“ Kalau mereka punya iPhone dan ada Samsung, kami punya merek telepon sendiri,” kata di Ankara, Turki.
Sekadar informasi, harga iPhone X di Turki sebesar 7.499 lira. Ini setara dengan kurs US$1.143 (Rp16,67 juta). Turki memiliki produk telepon sendiri, yaitu Vestel Venus. Pernyataan Erdogan membuat saham Vestel Venus naik hampir 5 persen.
Pada Selasa, 14 Agustus 2018, saham Turki rebound dari rekor terendah. Lira menguat setelah Erdogan meminta masyarakat Turki mengubah dolar AS ke lira agar mempertahankan kekuatan mata uang.
Erdogan juga menyarankan orang Turki untuk berdiri dan melawan kekuatan dolar dan inflasi.
Saat ini, ekonomi Turki dipandang rentan karena tingginya tingkat utang yang dihargai dalam dolar AS. Menurut data International Monetary Fund (IMF), total utang Turki dalam valuta asing porsinya 50 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Investor telah menunjukkan kekhawatiran bahwa pemerintah mempengaruhi bank sentral, membujuknya untuk tidak menaikkan suku bunga ke tingkat yang akan memperlambat merajalela inflasi.
Aksi jual dalam aset Turki dipercepat setelah Presiden Donald Trump mengatakan Jumat bahwa ia akan meningkatkan tarif untuk baja dan aluminium yang berasal dari Turki. Tarifnya adalah serangan langsung terhadap penolakan Turki untuk membebaskan pendeta Amerika yang dipenjara, Andrew Brunson.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya