Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisatawan Di Turki Antre Membeli Barang Di Toko Louis Vuitton. (Foto: Salaam Gateway)
Dream – Jatuhnya lira membawa “ berkah” bagi wisatawan mancanegara (wisman) di Turki. Mereka berduyun-duyun membeli barang bermerek di negara ini.
Dilansir dari Salaam Gateway, Selasa 14 Agustus 2018, daya beli turis wisman menguat setelah nilai tukar lira jatuh di bawah level US$7. Para turis yang mayoritas berasal dari negeri Arab memadati toko-toko barang bermerek, seperti Chanel dan Louis Vuitton di Nisantasi, sebuah kawasan elit di Istanbul.
Mereka menunggu untuk memetik keuntungan dari kejatuhan lira. Mata uang Turki ini diketahui telah anjlok 18 persen dari perdagangan Jumat, 10 Agustus 2018.
“ Kami membeli pakaian, make up, dan merek ternama,” kata turis asal Kuwait, Fatima Ali.
Diakui Fatima, harga barang-barang bermerek memang turun tajam sejak melemahnya Lira. Sakin murahnya, Fatima bahkan membawa sebuah koper yang akan diisi oleh barang-barang murah di Turki.
Malah, ketika masuk toko kosmetik, dia membawa tiga tas.
Sementara turis asal Mesir, Khalid al Fahad, mengaku telah menabung US$1.000 (Rp14,6 juta) untuk membeli pakaian dan hadiah yang sama.
“ Kami berharap mata uang itu menjadi lebih baik,” kata dia.
Lalu, penjaga toko mengatakan keramaian pembeli tidak seperti hari biasanya. Pegawia ini mengatakan tokonya ramai semenjak nilai tukar lira melemah.
“ Pada saat yang sama, kami berharap lira tetap seperti apa adanya,” kata dia.
Sekadar informasi, lira kehilangan nilainya sebesar 40 persen terhadap dolar AS tahun ini. Pelemahan lira ini di terjadi di tengah kekhawatiran pengaruh Erdogan di ekonomi, seruang berulang agar suku bunga tetap rendah, dan memperburuk hubungan dengan Amerika Serikat.
![]()
Erdogan juga mendesak masyarakat Turki, termasuk turis, yang memegang dolar AS agar melepas dolarnya. Tujuannya untuk kembali memperkuat lira.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya