Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo.
Dream – Pemerintah akan menganggarkan dana sebesar Rp2.439,7 triliun untuk anggaran belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Bujet belanja ini sebesar 15 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Anggaran belanja ini naik 10 persen dari realisasi belanja negara 2018. Angka ini juga naik 37,3 persen jika dibandingkan dengan realisasi belanja 2014 yang sebesar Rp1.777,2 triliun.
“ Kualitas belanja negara akan semakin ditingkatkan dan fokus untuk memacu perekonomian dan menciptakan kesejahteraan rakyat yang makin merata dan adil,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membacakan pidato kenegaraan RAPBN 2019 dan Nota Keuangan di gedung DPR/MPR, Jakarta Kamis 16 Agustus 2018.
Jokowi mengatakan belanja negara tahun depan akan mengarah pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal.
Anggaran pendidikan dan infrastruktur yang menelan porsi paling banyak. Berikut ini adalah rencana belanja negara tahun depan.
Anggaran Pendidikan Rp487,9 Triliun
Nilai tersebut 20 persen dari total belanja negara atau meningkat 38,1 persen dibanding realisasi anggaran tahun 2014 sebesar Rp 353,4 triliun.
Anggaran Kesehatan Rp122 Triliun
Anggaran ini naik dua kali lipat dari anggaran tahun 2014 yang sebesar Rp59,7 triliun.
Anggaran Infrastruktur Rp420,5 Triliun
Di awal kabinet kerja 2015, belanja negara di bidang infrastruktur sebesar Rp 256,1 triliun. Pada 2014, belanjanya hanya sekitar Rp154,7 triliun.
Alokasi Transfer Daerah dan Dana Desa Rp 832,3 Triliun
Anggaran ini naik 9 persen dari perkiraan realisasi 2018 atau meningkat 45,1 persen dari realisasinya tahun 2014 Rp573,7 triliun.
Jokowi mengatakan pendapatan negara dan hibah pada tahun depan diperkirakan mencapai Rp2.145,2 triliun. Angka ini berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.781,0 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp361,1 triliun, dan hibah sebesar Rp400 miliar.
“ Pendapatan Negara dan Hibah di tahun 2019 menunjukkan kenaikan 12,6 persen dari perkiraannya 24 di tahun 2018, bahkan naik 38,2 persen dari Pendapatan dan Hibah di tahun 2014, sebesar Rp1.550,5 triliun,” kata dia.
Jokowi mengatakan defisit anggaran diproyeksi turun 1,84 persen atau Rp21,7 triliun terhadap PDB. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya