Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Hotel Syariah, Hotel Rangkayo Basa Sofyan Inn Di Padang, Sumatera Barat
Dream - Meski mengusung genre syariah, keberadaan jaringan hotel bernuanasa Islami bukan hanya ditujukan untuk umat Islam saja. Tidak sedikit pula tamu yang beragama lain memilih menghabiskan waktu rehat di hotel syariah.
Lantas apa yang membedakan hotel konvensional dengan syariah? Sejauh mana kadar pelayanan dan fasilitasnya? Petinggi hotel syariah di Padang, Sumatera Barat, Widadi Handoyo, menyebut prinsip operasional hotel syariah dan konvensional masih sama. Bedanya, hotel syariah hanya mengambil yang halal-halal saja.
" Kami tidak menyediakan minuman beralkohol dan daging yang tidak halal," ucap Widadi yang juga pimpinan Hotel Rangkayo Basa Sofyan Inn saat berbincang dengan Dream.co.id.
Ada lagi yang menjadi prioritas di hotel syariah ini. Yakni keberadaan tempat ibadah seperti musala di area hotel. Pembeda lainnya dengan disediakannya peralatan salat dan Alquran di setiap kamar hotel. Soal pijat, hotel syariah juga tak ketinggalan. Tapi, fasilitas kebugaran pijat ini harus dipisah untuk laki-laki dan perempuan.
Yang menjadi titik penting hotel syariah lainnya yakni tidak menerima tamu yang bukan muhrim alias bukan pasangan menikah. Manajemen Hotel Rangkayo Basa memberikan pelatihan khusus untuk resepsionis dalam menyeleksi tamu yang bukan muhrim. Salah satunya, melihat gelagat dan bahasa tubuh.
Tapi bila ada tamu yang menginap dan bukan muhrim, manajemen hotel hanya memperbolehkan menggunakan lobi sebagai tempat pertemuan. Jika berani melanggar, pihak hotel tidak segan memberikan teguran hingga mengeluarkan paksa si tamu dari hotel.
" Alhamdulillah respons cukup bagus dari tamu. Karena kami mengutamakan ketenangan. Ini bisa jadi salah satu pilihan gaya hidup muslim. Menariknya, ada cerita dari istri yang merasa aman dan nyaman karena ngga was-was kalau suami menginap di hotel syariah," ucap Widadi panjang lebar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya