7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Brand Sepatu Dalam Negeri Tak Kalah Kualitasnya Dari Produk Luar Negeri. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sepatu menjadi salah satu barang penting untuk beraktivitas sehari-hari. Selain melindungi kaki, sepatu juga bisa menjadi barang fesyen yang bisa membuat penggunanya lebih stylish.
Memilih sepatu yang nyaman jadi hal penting yang harus dilakukan. Selain rasa nyaman, style dan warna sepatu jadi syarat penting yang tak boleh dilewatkan.
Bukan hanya brand luar yang menawarkan sepatu berkualitas dengan variasi yang menarik, merek lokal pun mulai menunjukkan pesonanya.
Menurut sneaker enthusiast dan conten creator, Denis Juherman, brand sepatu lokal sudah berkembang dengan signifikan.
“ Banyak produk-produk brand lokal yang menawarkan kualitas yang tidak kalah dengan brand luar,” ujar Denis dalam acara 'Bersebelas #MelangkahBareng Tokopedia', Jumat 12 Maret 2021.
Selain dari segi kualitas dan variasi, harga yang terjangkau juga jadi keunggulan yang dimiliki brand sepatu lokal. Antusiasme masyarkat terhadap brand sepatu lokal mulai terbentuk.
“ Yang pasti sepatu lokal itu murah-murah dan bagus, itu jadi kebanggaan sendiri dari temen-temen yang membeli sepatu lokal,” kata founder brand lokal sepatu “ Never Too Lavish, Bernhard Suryaningrat.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran brand sepatu lokal apalagi di masa pandemi, digitalisasi toko menjadi salah satu strategi yang dapat dilakukan. Melalui digitalisasi, Bernhard berharap eksistensi sepatu lokal tidak hanya eksis dalam bentuk nama, tetapi benar-benar dapat diketehuai serta dinikmati oleh masyarajat Indoensia
“ Eksistensi brand lokal bukan hanya sebatas oh ini brand lokal. Kita juga berharap adaptasi brand lokal tidak serta merta hanya berjalan secara konvensional, tapi juga memanfaatkan teknologi yang ada, apalagi di tengah masa pandemi seperti ini,” kata dia.
Tak lupa, inovasi jadi aspek penting yang harus dilakukan oleh brand lokal. Inovasi ini bertujuan agar bisa menarik minat masyarakat.
Abeng mengungkapkan salah satu inovasi yang dapat dilalukan seperti memproduksi desain sepatu sesuai dengan pendekatan yang lebih personal kepada konsumen.
“ Sepatu bukan hanya sekedar alas kaki, untuk menarik minat pembeli misalnya membuat produk sepatu dengan tema zodiak. Contohnya sepatu yang merepresent zodiak aries akan menarik pembeli yang berzodiak aries," kata Bernard.
Mewadahi pertumbuhan brand sepatu lokal, Tokopedia menghadirkan kampanye “ Gerakan Bersebelas #MelangkahBareng”. Dalam kampanye ini Tokopedia menggandeng pegiat usaha di industri fesyen lokal khususnya sepatu, yaitu Never Too Lavish (NTL) bersama 10 pegiat usaha lokal lainnya.
“ Upaya bersama ini ditujukan untuk mendukung para pegiat UMKM sepatu lokal mempertahankan bisnis dan lapangan pekerjaan di tengah pandemi,” kata Senior Lead Fashion Tokopedia, Aldhy Darmayo.
Kampanye ini juga bertujuan untuk mendorong lebih banyak masyarakat memakai produk dalam negeri.
(Laporan: Putu Monik Arindasari)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?