7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Bertemu Dengan Pendiri Bloomberg, Michael Bloomberg. (Foto: Akun Facebook Sri Mulyani Indrawati)
Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, belum lama ini berkunjung ke kantor pusat Bloomberg di New York, Amerika Serikat. Dia bertemu dengan sang pendiri, Michael Bloomberg.
Dikutip dari akun Facebook Sri Mulyani, Selasa 12 Oktober 2021, Sri Mulyani menyebut ruangan kerja di kantor Michael ini bersifat open space. Tidak ada sekat, tanpa pintu. “ Di sudut ruang, kami berdiskusi mengenai berbagai hal,” tulis dia.
Keduanya membahas tantangan perubahan iklim dan persiapan pertemuan di COP26 di Glasgow, Amerika Serikat. Indonesia, kata dia, sudah menciptakan platform blended SDG Indonesia One yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Disebutkan bahwa Bloomberg Filantropis juga ikut berkontribusi dalam penanaman mangrove.
“ SDG Indonsia One adalah wadah kerja sama pendanaan baik pendanaan ekuitas maupun pinjaman dan hibah serta penurunan resiko (de-risking) bagi program SDG dan climate change proyek,” tulis dia.
Selain lingkungan, Sri Mulyani dan Michael juga berdiskusi tentang kesehatan. Sri Mulyani bertanya tentang penyesuaian kerja di Amerika Serikat dengan pandemi Covid-19. Disebutkan bahwa sebagian orang kembali bekerja di kantor, tapi ada juga yang bekerja dari rumah.
“ Wajib memakai masker dan harus vaksin atau tidak? Pilihan dan debat seperti itu menjadi isu utama di Amerika Serikat, baik di pemerintah, dunia usaha, dan sekolah,” tulis dia.
Semua negara, lanjut Sri Mulyani, terus menyesuaikan kebiasaan karena Covid-19. Negara-negara ini berjuang mengatasi pandemi serta dampaknya kepada perekonomian dan keuangan yang sangat besar.
“ Indonesia juga terus menangani dan mengendalikan Covid-19, mengembalikan secara bertahan aktivitas sosial ekonomi dan terus mendorong reformasi agar kita pulih cepat dan lebih kuat dengan produktivitas dan kinerja Ekonomi yang makin tinggi,” tulis dia.
Dream – Pemerintah telah menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2022. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan anggaran terkait Covid-19 masih akan mewarnai alokasi belanja pemerintah.
“ APBN 2022 fokusnya sangat jelas adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui akun Youtube PerekonomianRI, Senin 16 Agustus 2021.
Pandemi Covid-19, kata dia, masih menjadi tantangan pada 2022. Untuk itu, kata Sri Mulyani, pemerintah masih fokus kepada penanganan kesehatan dan melindungi masyarakat dari ancaman pandemi.
![]()
Untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 tahun depan, pemerintah menganggarkan anggaran senilai 5-10 persen dari pagu belanja untuk penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat. Misalnya, anggaran kesehatan senilai Rp255,3 triliun atau 9,4 persen dari total anggaran belanja negara tahun depan.
“ Jadi, apa yang dibutuhkan kalau menghadapi (varian) Delta ini kita bisa refocusing langsung tanpa distrupsi,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?