Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

BI Tertantang Kalahkan Perbankan Syariah Malaysia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 27 Agustus 2014 16:04
BI Tertantang Kalahkan Perbankan Syariah Malaysia
Aset perbankan syariah saat ini baru mencapai 5 persen, jauh lebih kecil dibandingkan Malaysia yang sudah menembus 26 persen. Sanggupkah?

Dream - Bank Indonesia (BI) merasa tertantang untuk mengalahkan Malaysia dalam pengembangan perbankan syariah di tanah air. Aset perbankan syariah Indonesia saat ini tercatat masih 5 persen dari total seluruh bank nasional, atau jauh dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 26 persen.

" Aset kita di atas 5 persen, memang tantangan tapi kita memang butuh tantangan supaya bisa menyaingi Malaysia," ungkap Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam acara Halal bi Halal Komunitas Keuangan Syariah di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2014.

Mirza mengakui, porsi bank syariah memang masih kecil jika dibandingkan dengan bank konvensional. Namun, BI optimistis perbankan syariah di tanah air bisa tumbuh karena besarnya potensi yang didukung banyaknya populasi penduduk muslim di Indonesia.

" Kuenya masih kecil, tapi bukan berarti tidak bisa tumbuh, pasti bisa tumbuh dan harus tumbuh. Kalau penduduk muslimnya lebih banyak seharusnya pertumbuhan asetnya bisa lebih tinggi dari Malaysia," tegasnya.

Pertumbuhan perbankan syariah diakui memang bergantung pada kemampuan pengelola bank syariah mengeluarkan instrumen pembiayaan. Seperti BI, lanjutnya, telah mengeluarkan SBI Syariah dan Term Deposit Valas untuk perbankan syariah.

" Terkait instrumen syariah ada SBI syariah, dan term deposit valas karena kami melihat perbankan syariah yang punya aset valas. Kami sudah lakukan lelang Term Deposit Valas minggu lalu dengan outstanding 80-90 juta dolar. Itu aset valas perbankan syariah di BI yang selama ini ditempatkan di luar negeri, daripada di sana mending di BI untuk perkuat cadangan devisa negara," pungkasnya.

Beri Komentar