Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Indonesia (BI) merasa tertantang untuk mengalahkan Malaysia dalam pengembangan perbankan syariah di tanah air. Aset perbankan syariah Indonesia saat ini tercatat masih 5 persen dari total seluruh bank nasional, atau jauh dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 26 persen.
" Aset kita di atas 5 persen, memang tantangan tapi kita memang butuh tantangan supaya bisa menyaingi Malaysia," ungkap Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam acara Halal bi Halal Komunitas Keuangan Syariah di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2014.
Mirza mengakui, porsi bank syariah memang masih kecil jika dibandingkan dengan bank konvensional. Namun, BI optimistis perbankan syariah di tanah air bisa tumbuh karena besarnya potensi yang didukung banyaknya populasi penduduk muslim di Indonesia.
" Kuenya masih kecil, tapi bukan berarti tidak bisa tumbuh, pasti bisa tumbuh dan harus tumbuh. Kalau penduduk muslimnya lebih banyak seharusnya pertumbuhan asetnya bisa lebih tinggi dari Malaysia," tegasnya.
Pertumbuhan perbankan syariah diakui memang bergantung pada kemampuan pengelola bank syariah mengeluarkan instrumen pembiayaan. Seperti BI, lanjutnya, telah mengeluarkan SBI Syariah dan Term Deposit Valas untuk perbankan syariah.
" Terkait instrumen syariah ada SBI syariah, dan term deposit valas karena kami melihat perbankan syariah yang punya aset valas. Kami sudah lakukan lelang Term Deposit Valas minggu lalu dengan outstanding 80-90 juta dolar. Itu aset valas perbankan syariah di BI yang selama ini ditempatkan di luar negeri, daripada di sana mending di BI untuk perkuat cadangan devisa negara," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya