Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Haji
Dream - Hampir setiap tahun, jutaan warga muslim dunia berkunjung ke Arab Saudi untuk melaksanakan rukun Islam ke-5, menunaikan ibadah haji. Dengan besarnya jumlah peziarah serta hilir mudik pesawat dari berbagai negara, berapa sebetulnya pemasukan bagi pemerintah kaya minyak ini.
Sebuah studi terbaru dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mekah, Arab Saudi memperkirakan aktivitas haji mendatangkan penerimaan buat negara hingga 32 miliar riyal atau sekitar Rp 100,35 triliun. Pendapatan ini naik tiga persen dari 31 miliar riyal dari tahun sebelumnya.
Penelitian Kadin Mekah seperti dikutip Dream dari laman Arabnewws, Rabu, 26 Agustus 2014 ini memperkirakan sekitar 1,4 juta jamaah haji asing dan 600.700 jamaah dalam negeri akan melaksanakan haji tahun ini. Angka ini menunjukkan 70 persen jamaah haji berasal dari luar negeri.
Perolehan Saudi dari bisnis Haji ini ditaksir menyumbang pendapatan bagi negeri Petrodolar ini hingga 89 persen, ata sekitar 28 miliar riyal.
Estimasi tahun ini mirip dengan perhitungan tahun lalu. Relatif minimnya kenaikan ini didasarkan fakta Saudi yang masih memberlakukan pembatasan jamaah haji karena adanya perluasan Masjidil Haram.
Jumlah jamaah dari luar negeri turun sebesar 20 persen tahun ini, sementara jumlah jamaah domestik lebih dari setengahnya.
Jemaah haji tahun ini diperkirakan mengeluarkan uang belanja relatif sama dengan rata-rata pada tahun 2009. Jamaah asing menghabiskan rata-rata lebih dari 17,000 ribu per tahun dan jamaah dalam negeri sekitar 5,000 riyal setiap tahun.
Kenaikan indeks harga pada tahun-tahun berikutnya juga diperhitungkan untuk mengetahui rata-rata tahunan.
Jumlah haji turun 37 persen pada 2013 dibandingkan dengan 2012, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pusat Statistik dan Informasi.
Angka-angka terbaru menunjukkan terjadi penurunan 21 persen dari 1,75 juta orang asing yang melakukan haji pada tahun 2012. Dan penurunan 57 persen dari 1,4 juta penduduk setempat yang telah melakukan perjalanan ke Mekah pada tahun yang sama.
Tentu, jamaah yang datang dari negara-negara ekonomi maju cenderung menghabiskan lebih banyak uang dari jamaah negara-negara miskin. Jamaah pria, secara mengejutkan, ternyata menghabiskan lebih banyak uang daripada jamaah wanita. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya