Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembai terkulai lemas seiring sentimen regional yang juga bergerak negatif. Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 26 Agustus 2014, seluruh indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak koreksi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup melemah 38,4 poin (0,74%) ke level 5.146,55. IHSG bahkan sempat terpuruk ke level 5.144,26.
Hingga usainya perdagangan, sebanyak 5,12 miliar saham telah beralih tangan dengan perputaran uang mencapai Rp 5,14 triliun. Aksi jual investor pun muncul dengan total nett sell hingga Rp 200 miliar.
Seluruh indeks sektor saham kali ini bergerak memerah dengan pelemahan terdalam dialami emiten properti 1,93 persen dan industri dasar 1,44 persen.
Minimnya sentimen negatif ditambah isu berkurangnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga membua indeks saham syariah kembali mencium zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,11 poin (0,65%) ke lebel 169,13. Pelemahan ini dipicu koreksi harga saham dari 134 emiten syariah. Meski diwarnai pelemahan, sebanyak 64 emiten syariah masih sanggup bergerak menguat dan 45 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 32,03 miliar efek dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,53 triliun.
Di awal pembukaan perdagangan, pemodal sempat berharap indeks ISSI akan terus bergerak menguat setelah dibuka naik ke level 170,58. Indeks ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 170,67.
Besarnya tekanan yang diterima pemodal bursa efek membuat indeks ISSI akhirnya harus tertunduk lesu.
Koreksi indeks juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 5,09 poin (0,72%) ke level 695,99. Hanya ada tiga emiten keping biru syariah yang sanguup beranjak ke zona hijau.
Selebihnya, atau sebanyak 24 emiten bergerak melemah dan 3 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan saham bluechips syariah ini mencapai Rp 2,42 triliun. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya