Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia tampaknya tak ingin terlalu lama di zona hijau. Usai melemah di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat kendati masih tipis.
Kali ini, sentimen regional menjadi pendorong utama kenaikan bursa saham Indonesia. Sayangnya, penguatan yang terjadi di awal perdagangan tak mampu bertahan cukup lama.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 26 Agustus 2014, IHSG naik 6,29 poin (0,12%) menjadi 5.191,25. Penguatan masih berlanjut di sesi pembukaan dengan kenaikan 9 poin ke level 5.194,01.
Di awal sesi ini, transaksi saham terbilang cukup lumayan dengan mencetak nilai Rp 204,86 miliar. Sebanyak 286,67 juta saham telah beralih pemegang saham.
Sayang, penguatan IHSG ini hanya berlangsung sementara karena indeks kembali tertekan dan masuk zona merah. Hingga sekitar satu jam perdagangan, IHSG sudah terpangkas 0,41 persen ke level 5.163,23.
Pembukaan di zona hijau juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 170,58. Indeks ISSI juga tak mampu bertahan lama di zona hijau karena kembali terkoreksi 0,67 poin (0,39%) ke level 169,57.
Saat ini, 89 emiten syariah masih terpuruk di zona merah sementara 59 lainnya bisa bertahan di teritori positif. Nilai transaksi perdagangan saham syariah di BEI tercatat mencapai Rp 620,25 miliar.
Kondisi yang sama menimpa jajaran emiten-emiten bluechips syariah setelah ikut melemah ke zona merah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka di level 703,3, kini telah terkoreksi 3,43 poin (0,48%) ke level 697,65.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya, mengatakan keputusan pengurangan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.
Tak hanya itu, indeks bursa dari kawasan Asia juga tidak merespon positif kenaikan Indeks Dow Jones Industrial semalam.
" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-turun pada kisaran 5150 - 5200," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya