Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Menguat, Indeks Syariah Masih Tertekan Isu BBM

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 26 Agustus 2014 10:05
Dibuka Menguat, Indeks Syariah Masih Tertekan Isu BBM
Sentimen pengurangan BBM bersubsisi memberikan tekanan bagi pergerakan IHSG

Dream - Bursa saham Indonesia tampaknya tak ingin terlalu lama di zona hijau. Usai melemah di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat kendati masih tipis.

Kali ini, sentimen regional menjadi pendorong utama kenaikan bursa saham Indonesia. Sayangnya, penguatan yang terjadi di awal perdagangan tak mampu bertahan cukup lama. 

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 26 Agustus 2014, IHSG naik 6,29 poin (0,12%) menjadi 5.191,25. Penguatan masih berlanjut di sesi pembukaan dengan kenaikan 9 poin ke level 5.194,01.

Di awal sesi ini, transaksi saham terbilang cukup lumayan dengan mencetak nilai Rp 204,86 miliar. Sebanyak 286,67 juta saham telah beralih pemegang saham.

Sayang, penguatan IHSG ini hanya berlangsung sementara karena indeks kembali tertekan dan masuk zona merah. Hingga sekitar satu jam perdagangan, IHSG sudah terpangkas 0,41 persen ke level 5.163,23.

Pembukaan di zona hijau juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 170,58. Indeks ISSI juga tak mampu bertahan lama di zona hijau karena kembali terkoreksi 0,67 poin (0,39%) ke level 169,57.

Saat ini, 89 emiten syariah masih terpuruk di zona merah sementara 59 lainnya bisa bertahan di teritori positif. Nilai transaksi perdagangan saham syariah di BEI tercatat mencapai Rp 620,25 miliar.

Kondisi yang sama menimpa jajaran emiten-emiten bluechips syariah setelah ikut melemah ke zona merah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka di level 703,3, kini telah terkoreksi 3,43 poin (0,48%) ke level 697,65.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya, mengatakan keputusan pengurangan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

Tak hanya itu, indeks bursa dari kawasan Asia juga tidak merespon positif kenaikan Indeks Dow Jones Industrial semalam.

" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-turun pada kisaran 5150 - 5200," katanya.

Beri Komentar