Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - CEO Dubai International Capital, Sameer Al Anshari mengaku hampir menandatangani kesepakatan pengambilalihan Klub Sepakbola Liverpool pada tahun 2007 silam.
Sayangnya, kesepakatan tersebut tertunda karena banyak pihak menyangsikan kerjasama tersebut. Alasannya, pihak-pihak ini menilai kerjasama itu hanya keinginan Sameer semata selaku Liverpudlian atau penggemar berat klub itu.
" Kami akan menjadi yang pertama melakukan kerjasama di wilayah ini. Setelah mereka memenangkan Liga Champion pada tahun 2005, kami mulai serius membahas due diligence tahun 2006 dan hampir menandatangani kesepakatan pada bulan Januari 2007," ujar Sameer seperti dikutip dari Arabian Business, Selasa, 26 Agustus 2014.
" Apa yang membuat tertunda? Semua orang tahu Sameer merupakan penggemar berat Liverpool. Jadi, saya harus melakukan tiga kali due diligence untuk membuktikan naluri bisnis saya karena terus terang sangat sedikit klub yang memiliki potensi besar dalam bisnis," tambahnya.
Tawaran pihak Dubai ini jatuh ketika pasangan miliarder asal Amerika Tom Hicks dan George Gillett Jr menyalip dengan tawaran pengambilalihan senilai US$ 288 juta atau sekitar Rp 3 triliun.
" Pada saat itu, Liverpool memiliki potensi dan peluang investasi yang luar biasa. Kami bisa membelinya dengan US$ 360 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun," ungkap Sameer.
Ketika ditanya apakah dia masih tertarik membeli klub tersebut, Sameer menjawab:
" Hari ini, saya tidak tahu, banyak yang telah berubah. Jika Anda mengikuti, pendapatan mereka sangat besar dan telah meningkat sekitar 200% dari tahun 2007 dengan hak sponsor dan televisi. Apakah ada kesempatan? Saya pikir mereka terlalu mahal, Anda harus berspekulasi membeli sebuah klub yang lebih rendah dan berharap mereka dapat memberikan keuntungan dari uang yang telah Anda investasikan," paparnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya