Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (jurnalhajiumroh.com)
Dream - Fokus menekuni bisnis syariah sejak tahun 2003 membawa nama besar Hotel Sofyan sebagai salah satu pemain penting di ranah properti. Bahkan kini hotel yang telah bertransformasi menjadi bisnis waralaba sudah memiliki beberapa jaringan hotel syariah di seluruh Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri jika bisnis syariah memang menguntungkan bagi investor. Terlebih kini segmen syariah kian digandrungi dan telah menjadi gaya hidup umat muslim di Tanah Air.
Bukan tanpa pesaing, bisnis hotel syariah sebenarnya juga diminati sejumlah investor. Namun sejumlah aturan yang diterapkan dianggap sebagai penghalang untuk maju oleh sejumlah investor hotel konvensional.
" Berbeda dengan bisnis konvensional. Bisnis syariah harus selektif dan ada aturan atau pagar yang disampaikan. Mereka (calon investor) tidak bisa terima, keberatan, baik secara laporan keuangan dan lain-lain. Jadi yang mau dan paham saja yang diajak kerjasama," ucap Petinggi hotel syariah di Padang, Sumatera Barat, Widadi Handoyo.
Menurut Widadi, sebenarnya banyak investor dan pemilik hotel konvensional yang ingin masuk ke bisnis hotel syariah. Tapi merasa ada yang tidak cocok dengan idealisme mereka.
Aturan atau pagar itu sedikitnya mencakup poin-poin tidak menyediakan makanan dan minuman non-halal, tempat hiburan malam, fasilitas kebugaran yang dibuat terpisah antara pria dan wanita, dan tidak menerima tamu yang bukan mukhrim.
" Pilihan untuk menekuni bisnis konvensional atau syariah semua ada di tangan investor. Karena selain mencari keuntungan tentu kenyamanan dan ketenangan tamu menjadi jaminan yang dapat ditawarkan oleh hotel syariah," ucapnya lagi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya