Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seminar Wirausaha BMH (Dok Humas BMH)
Dream - Potensi perekonomian Indonesia yang kokoh di masa depan banyak disadari bertumpu pada kaum muda. Tren wirausahawan muda Indonesia tumbuh begitu pesat.
Tren itu tumbuh semakin pesat dewasa ini yang masuk era digital. Bibit-bibit pengusaha muda muncul dengan pelbagai bisnis yang bervariatif.
Pesatnya tren itu disadari betul oleh Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Guna mendorong pertumbuhan pengusaha muda yang semakin banyak lagi, BMH mengembangkan Program Mandiri Terdepan (Mapan).
Mapan merupakan program pembiayaan yang ditujukan untuk membantu masyarakat bawah di pelbagai daerah. Program itu lantas dikembangkan dengan menyasar kaum muda terdiri dari para pelajar dan mahasiswa.
" Yang selama ini berjalan memang langsung kepada pelaku usaha dengan bantuan modal usaha dan pembinaan. Tetapi, kami melihat ada kelompok besar yang mesti juga di-support untuk siap terjun ke dunia usaha, yakni pelajar dan mahasiswa," ujar Direktur Program Pendayagunaan BMH Ade Syariful Alam melalui keterangan tertulis diterima Dream, Selasa, 12 April 2016.
Program ini diawali dengan seminar wirausaha pada Minggu, 10 April 2016 dengan menghadirkan narasumber para pelaku usaha yang sudah berpengalaman belasan tahun, yaitu Konsultan HKI Muhammad Faisal Thamrin dan Sekjen Asosiasi Pengusaha Hidayatullah Syarif Al Ghifari.
" Ini event perdana yang kami gelar. Jika nanti hasil evaluasi positif, tidak menutup kemungkinan event berikutnya akan kembali digelar di pelbagai tempat," kata Ade.
Seminar yang digelar di Gedung Pusdiklat Pesantren Hidayatullah Depok ini mendorong kaum muda untuk menyiapkan mental dan mengubah cara berpikir dalam menjalankan usaha. Para peserta pun sangat antusias dan menyatakan ingin segera memulai usaha.
" Ya, saya sangat tertarik untuk usaha. Apalagi ternyata untuk usaha sekarang tinggal kemauan saja. Fasilitas teknologi informasi dan komunikasi sudah cukup memadai untuk saya berlatih usaha. Siapa tahu, pas lulus kuliah bisa jadi pengusaha," kata salah satu peserta seminar yang berstatus mahasiswa di Depok, Ahmad Syarifin. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya