Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Mandiri Meluncurkan Islamic Sociopreneur Development Program (Foto: Bank Syariah Mandiri)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSM Umat) meluncurkan Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Dua lembaga ini menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM).
ISDP merupakan program beasiswa berupa uang saku, uang SPP, pembinaan spiritual, permodalan, pelatihan/magang kewirausahaan serta pendampingan usaha.
“ ISDP merupakan program yang memang arahnya pas dengan kebijakan pemerintah, agar bisa melahirkan para pemuda yang mandiri dan bisa berwirausaha dengan segala keterampilan yang dimilikinya,” kata Direktur Utama BSM, Toni EB Subari, di Yogyakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 20 Desember 2017.
Toni mengatakan program senilai Rp1,9 miliar ini diberikan untuk 25 orang mahasiswa. Program ISDP ini bertujuan untuk mencetak wirausahawan muda yang memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat.
Program ISDP ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengusaha muda serta merupakan fokus dan concern BSM dan Laznas BSM Umat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“ ISDP ini sebagai bagian dari kepedulian BSM, tetap concern dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga bisa mendorong dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," kata dia.
Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah mengatakan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa UGM mengenai bidang sociopreneur secara umum.
“ Sekaligus membangun, memotivasi serta mengembangkan minat dan bakat untuk mampu meningkatkan potensi diri setelah lulus dari jenjang perguruan tinggi menjadi entrepreneur sejati,” kata dia.
Rizqi mengatakan mahasiswa dituntut untuk mampu memberikan dampak positif, khususnya untuk sisi sosial ekonomi masyarakat.
Mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan (agent of change), diharapkan tidak hanya memberi perubahan dari segi intelektualitas saja, tetapi dapat menciptakan dan melahirkan entrepreneur yang terampil dan mandiri.
“ Bersama BSM dan Laznas BSM Umat, mahasiswa akan diberikan beasiswa, pendampingan dan pengetahuan untuk menjadi pengusaha yang sukses,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya