Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Joko Widodo (Berjas) Saat Berfoto Bersama Alumi UGM (Setkab)
Dream - Kembali ke kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) membangkitkan kembali kenangan masa kuliah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Memberikan kuliah umum di depan para civitas akademi UGM, Jokowi teringat penampilannya kala menjadi mahasiswa.
Semasa menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM Jokowi mengaku tampil gondrong dan mengenakan celana cutbray.
Menurut Jokowi, cita-citanya semasa kuliah hanya menjadi pegawai di BUMN Kehutanan, perhutani. Namun dia harus memupus keinginan itu karena tak kunjung diterima.
Namun garis nasib membawanya pada arah lain. " Dan ternyata malah menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujar Jokowi seraya menambahkan, kadang-kadang cita-cita itu kan boleh, tapi Allah yang berkehendak lain.
Perjalanan hidupnya selama ini, diakui Jokowi, tal lepas dari pendidikan di UGM yang membuat alumninya mencintai Indonesia, melahirkan para pembela Pancasila, menancapkan jiwa kerakyatan, serta menanamkan integritas serta profesionalisme.
Tak lupa presiden juga mengingatkan perguruan tinggi akan menempati peran sentral dalam pembangunan bangsa dan negara sampai kapanpun.
“ Peran yang selalu sentral dalam menciptakan sumber daya manusia yang andal, dalam melahirkan karya riset- riset yang unggul, dalam menjawab setiap tantangan zaman,” ungkapnya.
Namun Jokowi mengingatkan tantangan zaman yang selalu berubah yang sangat-sangat dinamis saat ini harus diwaspadai. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat-sangat cepat. Dia menyontohkan teknologi otomasi seperti teknologi informasi, robotik, artifisial intelejensi akan sangat mempengaruhi kehidupan manusia ke depan.
“ Teknologi yang baru, baru kita pelajari, beberapa saat kemudian sudah muncul teknologi baru lagi. Inilah perubahan sekarang ini begitu sangat cepatnya,” terang Presiden.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya