Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Gadai Emas BSM (Foto: Anual Report)
Dream – Gadai menjadi aktivitas yang lumrah dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Terlebih ketika menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Banyak barang yang bisa digadaikan untuk mendapatkan dana cepat. Salah satunya adalah perhiasan emas.
Senior Executive Vice President PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Niken Andonowarih, mengatakan, mereka juga menyediakan produk gadai emas untuk masyarakat yang ingin mendapatkan dana cepat. Tetapi, nasabah lebih sering menggadaikan perhiasan emas daripada emas batangan.
“ Sebagian besar yang digadaikan adalah perhiasan emas, bukan batangan,” kata Niken di Jakarta, ditulis Kamis, 8 Juni 2017. Hal ini disebabkan kecenderungan masyarakat Indonesia yang lebih suka menyimpan perhiasan emas untuk fesyen.
Dia mengatakan tren gadai ramai dilakukan menjelang Ramadan. Aktivitas gadai mulai sepi saat bulan puasa tebus gadai ramai dijalankan mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“ Menjelang Lebaran, masyarakat Indonesia cenderung melunasi (perhiasan yang digadai). Penduduk Indonesia itu suka pakai emas sebagai fesyen,” kata Niken.
Dia juga mengatakan aktivitas gadai ini kembali meningkat setelah Lebaran berakhir. “ Mereka mengajukan kembali karena berkaitan dengan tahun ajaran baru. Kalau ditanya tren, naik terus,” kata Niken.
Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini melihat gadai merupakan bisnis yang cukup menarik dan trennya meningkat. Nilai outstanding gadai dan cicil emas sampai Maret 2017 sebesar Rp2,1 triliun, meningkat 29 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,64 triliun.
Untuk tahun ini, BSM membidik pertumbuhan double digit. Sayangnya, tidak disebutkan berapa angka targetnya.
“ Kami melihat peluang (gadai emas) yang sangat besar. Masyarakat Indonesia sudah dari dulu pegang emas, tapi mereka tidak sadar itu adalah salah satu bentuk investasi dan alternatif bisa jadi bridging daripada mengajukan pembiayaan khusus, butuh kolateral, butuh proses, dan menunggu lama. Kalau gadai, waktu 15-20 menit, mereka sudah mendapatkan dana. Mereka mulai menyadari emas yang digunakan sebagai perhiasan bisa menjadi alternatif pendanaan,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam