Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Angkasa Pura II Tmemberikan Insentif Untuk Melancarkan Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2017.
Dream – PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan insentif bagi maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) khusus rute domestik selasa masa angkutan Lebaran tahun ini. Insentif berupa pembebasan biaya jasa pendaratan dan potongan 50 persen terhadap biaya perpanjangan jam operasi.
Pemberian dua insentif ini diberikan kepada penggunaan pesawat berbadan sedang (narrow body).
“ Insentif ini kami berikan untuk mendukung kelancaran penerbangan di bandara-bandara Angkasa Pura II, khususnya pada masa angkutan Lebaran. Kami juga berharap extra flight tidak membebani operasional maskapai,” kata Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 30 Mei 2017.
Awaluddin mencontohkan sebuah maskapai yang mengoperasikan pesawat narrow body, misalnya Boeing 737-800 NG atau Airbus A320 untuk penerbangan tambahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, akan dibebaskan biaya jasa landing fee.
Ilustrasi lainnya, apabila maskapai beroperasi dengan narrow body untuk extra flight di Bandara Supadio, Pontianak, pada pukul 01.00 WIB, maskapai tersebut mendapat pembebasan biaya jasa landing fee ditambah potongan 50 persen terhadap biaya perpanjangan jam operasi karena operasional reguler bandara hanya sampai pukul 24.00 WIB.
Dia mengatakan insentif diskon 50 persen untuk biaya perpanjangan jam operasi bandara ini bertujuan agar maskapai mau mengoperasikan extra flight di luar jam operasional reguler bandara, sehingga penerbangan tambahan tidak terlalu dekat waktunya dengan jadwal yang sudah ada.
“ Hal ini juga sebagai salah satu antisipasi dalam mengurai kepadatan saat peak season seperti masa angkutan Lebaran,” kata dia.
Awaluddin mengatakan pemberian insentif ini juga merupakan salah satu inovasi dan strategi dari BUMN ini untuk dapat mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.
“ Kami berharap dengan adanya insentif maka maskapai akan semakin bersemangat untuk menambah penerbangan atau membuka rute-rute baru di bandara-bandara Angkasa Pura II sehingga dapat mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya