Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proyek Kontruksi Arab Saudi (meconstructionnews.com)
Dream - Perusahaan Indonesia melebarkan sayap bisnisnya ke Arab Saudi. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) belum lama ini menandatangani kerjasam dengan perusahaan konstruksi asal Jeddah, Adil Makkah Contracting Corporation (AMCO).
Mengutip laman Saudigazette, Senin, 1 Februari 2015, tiga proyek bernilai 30 juta riyal atau Rp 109,05 miliar akan mulai direalisasikan di Jedah pada tahun ini.
Wik rencananya akan menggarap proyek infrastruktur seperti kawasan perkantoran, pusat komersial, dan komplek apartemen.
CEO Adil Makkah Contracting Corporation, Adil Abdul Munief Makki yain perusahaan konstruksi raksasa dari Indonesia ini akan membantu booming bisnis konstruksi di tanah Saudi serta mengundang alih teknologi.
" Wika telah mencetak kisah sukses dalam bisnis konstrusi tak hanya di Indonesia tapi juga beberapa negara lain," ata Maki.
Wakil Konjen Indonesia di Saudi, Jurman Nazar mengataan Indonesia memang ingin mengambil peluang besar pasar infrastruktur dan konstruksi Saudi.
Sebagai negara muslim terbesar, dan mengirimkan jemaah haji dan umrah terbesar, Indonesia mengaku serius meningkatkan kerjasama dengan kerajaan Saudi di bidang investasi dan sektor konstruksi.
" Di tengah jatuhnya harga minyak dunia, kerajaan Saudi semakin fokus pada pengembangan bisnis non-minyak. Dan Indonesia ingin mengkapitalisasi hal ini," kata Jurman.
Sementara perwakilan Kadin Jedah di sektor kontraktor, Muammar Al-Atawi mengatakan ini merupakan kali pertama perusahaan kontrusi raksasa Indonesia masuk e pasar Saudi.
WIKA telah mengantongi izin investasi pemodal asing dari Saudi Arabian Investment Authority (SAGIA) sejak 2015. Project Manager WIKA, Bimo Prasetyo, mengatakan perusahaan berharap bisa menandatangani kerjasama bernilai US$ 200 juta di Saudi sepanjang tahun ini.
" Ada beberapa proyek bernilai lebih dari US$ 40 juta yang saat ini masih dalam pengkajian. Dan itu termasuk proyek konstruksi untuk perumahan dan pusat bisnis," kata Bimo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya