Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah menyambut libur akhir pekan di zona hijau. Namun penguatan ini dilalui susah payah setelah kurs rupiah kembali bergerak melemah.
Investor juga mulai berhati-hati dengan mulai bermunculannya laporan kinerja emiten kuartal III-2015.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,615 poin (0,43%) ke level 143,571.
Kenaikan juga dicetak Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 2,529 poin (0,42%) ke level 602,013.
Meski ditutup menguat, kedua indeks acuan saham syariah ini sempat bergerak melemah. ISSI yang dibuka menguat sempat turun ke level terendah 142,775.
Sementara indeks saham bluechips syariah, JII sempat turun ke level 598,682.
Aksi jual saham mendominasi perdagangan saham syariah akhir pekan ini. Terlihat 104 emiten syariah bergerak melemah dan 70 lainnya berhasil mendorong ISSI ke zona hijau.
Di sisi lain, indeks JII bergerak seimbang dengan menempatkan 14 emiten di jalur hijau dan merah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,87 triliun dengan 68,45 miliar saham berpindahtangan.
Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni INTP yang menguat Rp 1.550. Disusul UNTR yang naik Rp 550, LPPF Rp 375, AALI Rp 350, dan INDF Rp 300 per saham.
Sebaliknya, di deretan top losser indeks JII bertengger saham ITMG yang turun Rp 575, UNVR Rp 425, SILO Rp 175, ASII Rp 100, dan INCO Rp 75 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil diselamatkan di menit-menit terakhir perdagangan. Meski menunjukan tren menurun jelang penutupan, IHSG ditutup menguat 14,687 poin (0,33%) ke level 4.521,882.
Sepanjang perdagangan investor mentransaksikan dana sekitar Rp 5,17 triliun. Dengan posisi asing melakukan nett sell Rp 88,71 miliar, naik dari perdagangan sehari sebelumnya.
Kabar kurang baik justru muncul dari pasar keuangan. Rupiah kembali melaju dalam tren melemah. Sore ini rupiah terpangkas 114 poin (0,85%) menjadi 13.532 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya