Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Tupperware (Foto: Shutterstock)
Dream - Perusahaan Tupperware asal Amerika Serikat (AS) dikabarkan dalam proses kebangkrutan. Merek produk tempat penyimpanan makanan dan minuman yang digandrungi emak-emak dilaporkan mengalami penurunan penjualan yang signifikan.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir sudah berupaya menyegarkan produknya untuk menyasar generasi muda, strategi tersebut tak mampu menghadang laju penjualannya yang terus menurun.
Sebaliknya utang perusahaan yang sudah berusia 77 tahun itu semakin meningkat. Penurunan penjualan yang terus terjadi menjadi peringatan Tupperware kemungkinan menuju kebangkrutan jika tidak ada investasi baru yang masuk, melansir BBC.
Sementara itu CNN International melaporkan, saham Tupperware turun hampir 50 persen pada hari Senin, 10 April 2023.
Manajemen Tupperware mengatakan tidak akan memiliki cukup uang untuk mendanai operasi jika tidak mendapatkan investasi tambahan. Bahkan perusahaan sedang menjajaki potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan sedang meninjau portofolio real estatnya untuk efisiensi
New York Stock Exchange atau Bursa Efek New York juga telah memperingatkan saham Tupperware terancam dihapus dari daftar karena tidak mengajukan laporan tahunan yang diwajibkan.
“ Tupperware telah memulai perjalanan untuk membalikkan operasi kami dan hari ini menandai langkah penting dalam mengatasi posisi modal dan likuiditas kami,” kata CEO Tupperware Miguel Fernandez dalam siaran pers.
“ Perusahaan melakukan segala daya untuk mengurangi dampak peristiwa baru-baru ini, dan kami mengambil tindakan segera untuk mencari pembiayaan tambahan dan mengatasi posisi keuangan kami,” ungkapnya.
Penjualan Tupperware sempat meningkat saat pandemi Covid-19 karena orang-orang lebih banyak memanggang dan memasak di rumah. Capaian tersebut sempat membalikkan penurunan tajam harga saham Tupperware. Namun kenaikan itu ternyata hanya sementara.
Pendiri firma analisis ritel Savvy Marketing, Catherine Shuttleworth menilai turunnya penjualan Tupperware sebagian besar dikarenakan perusahaan belum " cukup inovatif" selama 10 hingga 20 tahun terakhir untuk bersaing dengan para pesaingnya.
Direktur Pelaksana Ritel di konsultan GlobalData Neil Saunders menambahkan Tupperware telah " gagal berubah mengikuti perkembangan" dalam hal produk dan distribusinya. Neil juga menyoroti metode penjualan langsung melalui pihak-pihak Tuppperware " tidak terhubung" dengan pelanggan muda atau tua.
Dia menambahkan, konsumen yang lebih muda juga menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan seperti kertas lilin lebah untuk menjaga makanan tetap segar.
Melanjutkan analisisnya, Neil Saunders juga mengatakan Tupperware berada dalam " posisi genting" secara finansial karena berjuang untuk meningkatkan penjualan, dan karena asetnya ringan, ia tidak memiliki " banyak kapasitas untuk mengumpulkan uang" .
Beberapa masalah menurutnya mungkin merugikan Tupperware, termasuk penurunan tajam dalam jumlah penjual, penurunan konsumen pada produk rumah tangga, dan merek yang masih belum sepenuhnya terhubung dengan konsumen yang lebih muda.
“ Perusahaan ini dulunya penuh inovasi sebagai pemecah masalah kebutuhan dapur, tetapi sekarang benar-benar kehilangan keunggulannya,” kata Neil.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya