Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream – Penarikan dua pecahan rupee tak hanya membuat rakyat India panik, tetapi juga kecewa. Penarikan pecahan 500 rupee dan 1000 rupee membuat seorang petani memilih untuk gantung diri.
Dilansir dari Hindustan Times, Selasa 15 November 2016, kejadian tragis ini bermula ketika petani bernama Ravi Pradhan ini hendak menukar setumpuk uang 3 ribu rupee yang terdiri atas pecahan 500 rupee dan 1000 rupee ke bank.
Dia memutuskan segera berangkat ke bank setelah muncul kebijakan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang mendadak menarik pecahan uang tersebut dari peredaran.
Sang istri, Pusphalata, menceritakan Pradhan pergi ke bank ada di Saraia. Jarak bank dengan daerah tempat tinggalnya, Maharajpur, ini sejauh 2 km. Petani itu pergi ke bank bukannya tanpa alasan. Pradhan ingin menukarkan uang rupee untuk membiayai kedua anaknya yang merantau di Tamil Nadu.
Kedua anaknya, Sunil dan Anil bekerja di pabrik pemintalan benang di Tamil Nadu. Salah satu anaknya menelepon Pradhan dan memberi tahu keduanya memerlukan uang karena kontraktor mereka kabur tanpa memberikan upah.
“ Mereka ingin pulang ke rumah. Oleh karena itulah, kedua anak saya memerlukan uang tunai,” kata dia.
© Dream
Pusphalata mengatakan sang suami ini bergegas ke bank karena pemerintah akan menarik dua pecahan mata uang ini. Rencananya, Pradhan akan menukarkan uang 3 ribu rupee ke pecahan yang lebih tinggi lagi.
Dikatakan bahwa pria ini mengantre di bank selama dua jam di salah satu cabang bank di Saraia. Dia tidak bisa menjangkau bank lain karena sebagian besar bank tutup.
“ Dia sangat marah,” kata Pusphalata.
© Dream
Saking marah dan kecewa, Pradhan pun bunuh diri. Sarangarh Sub Divisional Officer of Police, Junas Bada, mengatakan petani malang ini mengakhiri nyawanya dengan gantung diri.
“ Tubuh Pradhan ditemukan tergantung di rumahnya di Desa Maharajpur pada Jumat malam, 12 November 2016 malam,” kata Bada.
Dia mengatakan Pradhan tidak meninggalkan secarik pesan terakhir sebelum mengakhiri nyawa di tali gantungan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya