Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, WhatsApp Diblokir Beberapa Negara.
Dream –Siapa tidak kenal dengan aplikasi perpesanan singkat, WhatsApp? Aplikasi yang populer di berbagai negara ini sedang terancam diblokir pemerintah.
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengancam menghentikan layanan WhatsApp setelah munculnya konten pornografi dalam bentuk gambar bergerak GIF.
Sebelum Indonesia, beberapa negara bahkan sudah bukan dalam taraf mengancam. Mereka memblokir layanan WhatsApp dengan berbagai alasan.
Dikutip dari Business Insider, Rabu 8 November 2017, ada 12 negara yang pernah memblokir WhatsApp, seperti Brasil, Tiongkok, Bangladesh, Arab Saudi, dan Iran. Menurut data Freedom House, pemblokiran aplikasi ini disebabkan oleh alasan keamanan.
Yang terbaru adalah pemblokiran WhatsApp di Tiongkok. Pemblokiran ini terjadi pada akhir September 2017. Ada yang menduga pemerintah Tiongkok yang tidak suka dengan sistem enkripsi WhatsApp yang terlalu kuat. Pemblokiran ini awalnya dilakukan bertahap, mulanya pengguna tak bisa mengirim gambar, kemudian tak bisa lagi mengirim pesan tulisan dan suara.
“ Pemerintah Tiongkok ingin memantau komunikasi internet. Karenanya, mereka berusaha untuk mengarahkan masyarakatnya menggunakan teknologi yang dapat diakses dan diawasi pemerintah,” kata peneliti senior keamanan internasional dari RAND Corporation, Timotyh Heath, dilansir dari money.cnn.com.
Pemblokiran WhatsApp menimbulkan kecemasan yang besar di kalangan pengguna media Tiongkok. Pengguna Weibo, mengeluh karena kehilangan kontak dengan klien.
“ Saya dipaksa kembali ke usia telepon dan e-mail untuk bekerja sekarang,” kata seorang pengguna Weibo.
Seorang pengguna Reddit, @Gdxiyas, juga mengeluhkan hal serupa. Di Tiongkok dia tak bisa menggunakan WhatsApp dan menduga pemerintah Tiongkok membenci aplikasi ini.
“ Mereka membenci WhatsApp karena end-to-end encryption. Mereka tak bisa mengintervensi pesan, gambar, atau video. Kelihatannya akan diblokir dan dibuka kembali dalam waktu yang tidak ditentukan,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya