Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gojek Akan Mengembangkan Usahanya Ke Sektor Pajak?
Dream – CEO Gojek Indonesia, Nadiem Makarim, mendatangi kantor Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan mereka membahas keinginan Gojek untuk menjadi agen pajak.
Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Iwan Guniardi, mengatakan Gojek diharapkan bisa menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan perpajakan digital (application service provider/ASP). Tujuannya untuk membantu optimalisasi penerimaan pajak.
Dengan begitu, Gojek ini nantinya bisa melayani pembuatan Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP) dan membayar SPT tahunan.
“ Nanti ke depan juga SPT, semua. Ya namanya agen pajak, itu bisa pembayaran dan segala macam. Coba kita lihat saja nanti aturannya. Dari sisi teknologi tidak ada masalah,” kata Iwan di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 8 November 2017.
Tak hanya itu, pertemuan ini juga membahas keingintahuan Sri Mulyani tentang seluk-beluk industri teknologi informasi secara makro dan revolusi digital yang saat ini berkembang dengan pesat.
“ Bicara soal ke depannya fintech Indonesia. Revolusi digital seperti apa, revolusi fintech seperti apa dan bagaimana perilaku konsumen di negara-negara lain. Itu menjadi diskusi ke depan,” kata Nadiem.
Diskusi juga membahas kemungkinan teknologi finansial bisa menyasar layanan inklusi keuangan dan masyarakat yang selama ini belum terdampak akses perbankan.
" Revolusi digital tidak hanya di fintech tapi juga semua macam area dan terjadi secara vertikal. Bayangkan kalau semua orang punya akses ke inklusi finansial, maka dia bisa meningkatkan taraf kehidupan,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya