7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Nantinya Global Wakaf Corporation Akan Mengelola Sebagian Keuntungan Dari Cordova Edupark Yang Diwakafkan. (Foto: Global Wakaf Corporation)
Dream – Pengelolaan wakaf kini semakin berkembang. Tak hanya dalam bentuk uang tunai, wakaf kita bisa dioptimalkan dalam bentuk wakaf saham. Terobosan baru inilah yang dilakukan Global Wakaf Corporation (GWC) bersama PT Cipta Pilar Persada.
Sebagai holding company yang mengelola aset wakaf produktif, GWC selama ini memfokuskan pada pengelolaan wakaf tunai dan saham. Yang terbaru, perusahaan mengoptimalkan aset wakaf saham dalam bentuk properti berupa apartemen Cordova Edupark.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 16 Mei 2018, pembangunan apartemen telah mulai dilakukan sejak Sabtu, 12 Mei 2018. Pelaksana proyek ini adalah PT Cipta Pilar Persada yang mewakafkan 40 persen sahamnya kepada GWC.
Presiden Direktur Cipta Pilar Persada, J. E. Robbyantono, menjelaskan, para pemegang saham termasuk GWC nanti akan mendapatkan pembagian deviden setiap tahunnya.

Dana hasil dividen inilah yang nantinya akan disalurkan untuk para maukuf alaih atau para penerima wakaf. Kali ini para penerima manfaat adalah maukuf alaih dari program-program kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT).
“ Kalau sekarang, proporsional dengan sekian lembar saham yang pernah kita wakafkan waktu itu, tentu devidennya akan diberikan ke Global Wakaf Corporation dan Global Wakaf Foundation untuk disalurkan ke maukuf alaih,” kata Robbyantono di Semarang, Jawa Tengah.
Imam T Saptono, Presiden Global Wakaf Corporation optimistis profit akan diperoleh tak lama setelah pembangunannya selesai. Dengan begitu, dividen dari saham proyek yang bisa diwakafkan, bisa dikelola dan disalurkan kepada maukuf alaih.
Imam juga berharap proyek ini juga membuktikan korporasi wakaf yang bersifat visible untuk dilakukan secara finansial.
“ Kami juga berharap portofolio wakaf saham ini bisa mendorong pengusaha lainnya untuk mulai mewakafkan usahanya,” kata dia.
Untuk diketahui, apartemen ini dibangun di lahan seluas 4.697 meter persegi di kawasan Semarang. Investasinya diprediksi mencapai Rp250 miliar. Hingga awal Mei 2018, penjualan unit apartemen ini sudah mencapai 30 persen.
“ Setelah peletakan batu pertama dan proses pembangunan dilanjutkan, diharapkan pasar akan memberikan apresiasi untuk segera berinvestasi apartemen,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?