Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dedi Mulyadi Mengunjungi Keramba Milik Masjid (Foto: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Dream – Anggota DPR, Dedi Mulyadi, memang kerap melakukan blusukan ke berbagai tempat. Dia bahkan juga memiliki channel YouTube yang memuat konten tentang perjalanannya menyambangi masyarakat.
Beberapa waktu lalu, mantan bupati Purwakarta itu kembali mengunggah sebuah video tentang perjalanannya ke sebuah danau dengan menaiki perahu. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan beberapa orang yang sedang merawat sebuah keramba yang ternyata adalah milik sebuah masjid.
Uang hasil keramba itu menjadi khas masjid. Dedi pun merasa kagum. Untuk mengetahui cerita lengkapnya, berikut kisahnya, sebagaimana dikutip dari Merdeka.com dan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

Dalam video itu terlihat Dedi sedang berada di sebuah danau menuju keramba yang diketahui adalah bisnis dari seorang kepala desa. Namun saat perjalanan pulang dengan perahu, tiba-tiba saja dia berhenti lagi karena melihat beberapa orang pria sedang berada di keramba lainnya.
Keramba tersebut adalah milik masjid yang berada di Desa Cililit. Kang Dedi pun tampak penasaran dan menanyakan lebih jelas pada orang-orang di tempat tersebut.
“ Oh kolam punya masjid? Masjid punya kolam umum?,” tanya kang Dedi dengan penasaran pada salah satu orang.
“ Iya,” jawab orang tersebut yang berada di perahu.

Setelah berbincang dengan beberapa warga yang mengurus keramba tersebut, diketahui bahwa dana usaha itu berasal dari iuran masyarakat.
“ Yang tanamnya biayanya dari mana,” tanya kang Dedi pada warga itu.
“ Ya biasa, patungan pak,” jawab salah satu warga.
“ Patungan masyarakat?,” tanya kang Dedi untuk memperjelas.
“ Iya, awalnya itu begitu,” jawab warga.
Karena ingin melihat lebih jelas lagi, kang Dedi pun pindah dari perahu yang dinaikinya ke perahu yang di dekat keramba tersebut. Ekspresi kagum benar-benar terlihat dari kang Dedi saat melihat keramba tersebut.
“ Kolam ini milik masjid. Jadi ditanam oleh warga kemudian hasilnya untuk perbaikan, kemakmuran, bangun masjid,” jelas kang Dedi dari atas perahu.

Tak hanya melihat kerambanya, kang Dedi juga masih menyempatkan untuk berbincang sejenak dengan beberapa warga yang mengurus keramba tersebut. Kang Dedi menanyakan beberapa hal tentang penghasilan dari keramba tersebut dan hasilnya digunakan untuk apa saja.
Tak diduga, salah satu warga mengatakan bahwa dari keramba tersebut pernah menghasilkan omzet sampai Rp70 juta dalam sekali panen.
“ Kemudian nanti hasilnya buat siapa?,” tanya kang Dedi pada warga.
“ Buat bikin masjid, renovasi,” jawab salah satu warga.
“ Oh buat kas masjid?,” ucap kang Dedi.
“ Iya,” jawab warga secara bersamaan.
“ Kalau sekali panen pernah Rp70 juta,” tanya kang Dedi setelah mengetahui informasinya dari warga.
Warga juga mengatakan bahwa uang tersebut ada yang mengurusnya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
