Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Waduh, Indeks Syariah Jeblok Hari Ini.
Dream - Jelang liburan akhir pekan, laju indeks syariah malah berbalik arah. Bergugurannya saham-saham di berbagai sektor membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) tiarap sepanjang perdagangan.
Pelemahan indeks acuan ini berbanding terbalik dengan sejumlah analisa pelaku pasar. Sentimen penguatan kurs rupiah dan posisi cadangan devisa ternyata tak meyakinkan pelaku pasar untuk bertahan di lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 9 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), bergerak melemah 1,713 poin (0,97%) ke level 175,449. ISSI bergerak negatif sepanjang sesi perdagangan usai dibuka dengan koreksi ke level 176,359.
ISSi hanya mampu bergerak menguat ke level tertinggi di 176,469, atau masih lebih rendah dibandingkan sesi penutupan kemarin.
Koreksi lebih dalam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas 10,707 poin (1,61%) ke level 654,999.
Sementara indeks JII70, turun 3,268 poin (1,49%) ke level 216,695.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga anjlok 102,652 poin (1,72%) ke level 5.874,154.
Aksi jual saham marak terjadi hari ini. Seluruh indeks sektoral bergerak ke zona merah dengan pelemahan terdalam dialami sektor barang konsumsi yang jatuh 5,08 persen dan manufaktur 3,13 persen.
Koreksi tajam juga terjadi pada indeks sektor properti, keuangan, dan pertambangan masing-masing 1,51 persen, keuangan 1,3 persen, dan pertambangan 1,13 persen.
Saham-saham unggulan syariah tak kuasa melawan aksi jual sehingga menenggelamkan harga sahamnya. UNVR tercatat terjun bebas Rp1.975, ITMG Rp400, INDF Rp200, ICBP Rp175, dan PTBA Rp140.
Namun masih ada emiten syariah yang mengalami kenaikan harga dan menghuni deretan top gainer. Mereka adalah emiten TCPI yang harga sahamnya menguat Rp1.050, GMTD Rp400, DSSA Rp350, DIGI Rp225, dan AALI Rp175.
Dari pasar uang, rupiah malah melemah. Rupiah tak lagi bertengger di level Rp14.500.
Pada pukul 16.16, nilai dolar AS menguat 132 poin (0,9%) ke level Rp14.671 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya