Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2018 Http://www.dream.co.id
Dream - Pasar modal Indonesia tengah jelang libur akhir pekan ini kebanjiran investor. Sentimen positif dari menguatnya nilai tukar rupiah serta munculnya isu kemungkinan berakhirnya perang dagang Amerika Serikat-China membuat investor berbondong-bondong berburu saham.
Investor lokal juga makin percaya diri masuk lantai bursa setelah muncul isu merekomendasikan investor untuk kembali membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia. Mengutip analis Satrio Utomo, Morgan Stanley dikabarkan menaikkan rekomendasi terhadap saham Indonesia dari equalweight menjadi overweight.
Sentimen positif dari dalam dan luar negeri itu turut menjadi angin segar saham-saham syariah. Setelah kemarin sempat terpeleset, tiga indeks syariah langsung tancap gas menuju zona positif.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 2 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 1,201 poin (0,69%) ke level 175,173.
ISSI " perkasa" seharian setelah dibuka menghijau di level 174,899. Aksi beli investor mendorong ISSI sempat bertengger di level tertinggi 175,304.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak naik 4,672 poin (0,72%) ke level 655,000.
Indeks JII70 tumbuh 1,846 poin (0,86%) ke level 216,552.
Nilai perdagangan saham syariah kali ini tercatat sebanyak Rp4,3 triliun dari 33,83 miliar lembar saham. Investor yang gemar melantai ini membuat semua indeks sektoral menguat.
Investor lebih suka bermain saham di sektor manufaktur, keuangan, industri aneka, dan industri dasar. Alhasil, indeks manufaktur melesat 1,9 persen, keuangan 1,39 persen, dan industri aneka 1,26 persen, dan industri dasar 1,16 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harganya naik Rp525, INTP Rp475, SMGR Rp475, TCPI Rp350, dan IBST Rp200.
Sebaliknya, saham UNTR terkoreksi Rp600, MAPA Rp240, PGAS Rp200, BOSS Rp180, dan INDY Rp140.
Dari pasar uang, Alhamdulillah, dolar AS lengser dari posisi Rp15 ribu. Pada pukul 16.17, kurs dolar terhadap rupiah melemah 146 poin (0,97%) ke level Rp14.969 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya