BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Indeks Syariah Dan IHSG Ambruk Di Awal Pekan.
Dream - Keperkasaan dollar AS menumbangkan pasar modal Indonesia. Rupiah yang menyentuh 14.800 per dollar AS, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlempar dari level 6000.
Sentimen negatif nili tukar rupiah juga menyeret indeks acuan saham lainnya termasuk tiga indeks saham syariah.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 3 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terpangkas 1,753 poin (0,98%) ke level 176,809. Indeks syariah awalny sempat bergerak menguat di level 178,617.
Penguatan ISSI hanya berlangsung satu jam. Sentimen negatif yang didengr pelaku pasar membuat ISSI mendekam di zona merah hingga sesi penutupan. Level terendh ISSI ISSI terperosok ke level 176,501.
Nasib serupa juga dialami indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 8,299 poin (1,26%) ke level 651,617. JII hanya menyiasakan 3 emiten di zona hijau sementra 22 lainnya bergerak melemah dan 5 bluechips syariah stagnan.
Indeks JII70 turun 2,762 poin (1,25%) ke level 217,480.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia di awal September 2018 memang bergerak lemah. IHSG melorot 50,881 poin (0,85%) ke level 5.967,579.
Investor memilih menahan diri masuk pasar dan melepas saham syariah untuk menyelamatkan portofolionya. Aksi jual ini mendorong 173 saham syariah bergerak turun.
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, Tercatat 36,32 miliar lembar saham syariah diperdagangkan dengan nilai Rp2,71 triliun. Aksi jual beli saham syariah ini turun tajam dibandingkan akhir tahun lalu yang mencatat nilai Rp4,86 triliun.
Semua indeks sektoral memerah, Koreksi saham terbesar terjadi di industri dasar sebesar 1,91 persen, industri aneka 1,79 persen, dan pertambangan 1,71 persen.

Hanya ada tiga emiten bluechip syariah yang harganya menguat. Keduanya adalah saham PTBA yang harganya menanjak Rp50, ICBP Rp25, dan LPKR Rp2.
Sebaliknya, harga saham INTP merosot Rp775, ITMG Rp750, UNTR Rp300, INCO Rp240, dan TPIA Rp200.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah jatuh ke level Rp14.804 per dolar AS. Padahal, kurs dolar AS dibuka di level Rp14.689 per dolar AS ketika pembukaan dan sempat menguat di level Rp14.629 per dolar AS.

Di perdagangan sore ini, rupiah justru kembali melorot 115 poin (0,78%) ke level Rp14.804 per dolar AS.
Data Jakarta Interbank Spot Dollr Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang menggambarkan rata-rata jual beli dollar AS juga mencatat pelemahan. Hari ini, dollar AS rata-rata dijual di harga Rp14.767, terendah sepanjang 2018.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
