Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ekstrem, Saban Hari Pria Ini Rela Nglaju 115 Km

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 3 September 2018 10:14
Ekstrem, Saban Hari Pria Ini Rela Nglaju 115 Km
Kenapa ya?

Dream – Seorang pria rela pulang pergi dari tempat tinggal ke kantor dengan jarak 72 mil, sekitar 115,87 kilometer. Dia rela mengemudi selama dua jam pulang pergi setiap harinya.

Dikutip dari CNBC, Senin 3 September 2018, pria bernama Danny Finlay itu tak keberatan nglaju dari rumahnya di Dixon, California, ke kantornya di Bay Area, San Fransisco. Pria yang bekerja di perusahaan public relation, Sutherland Gold.

Ketika dia sedang letih, Danny memilih mengemudi selama 20 menit ke kota Fairfield, lalu menyambung dengan bus ke El Cerrito selama 45 menit.

“ Dari sana, saya naik kereta selama 45 menit ke kota dan berjalan kurang lebih selama 10 menit ke kantor,” kata dia. Danny berangkat dari rumah pukul 05.00 dan tiba di kantor sekitar jam 09.00.

Ketika pulang, pria ini meninggalkan kantor pukul 16.00 dan sampai di rumah jam 06.00. Ketika ditotal, dia menghabiskan waktu 1000 jam untuk pulang pergi setiap tahun atau menghabiskan 43 hari di jalan raya.

Kok enggak ngekos?

Danny nglaju setiap harinya demi bisa menghemat uang. Dia tak mau menyewa rumah di San Fransisco. Sebab, sewanya sangat mahal. Rata-rata per tahunnya, sewanya sebesat US$4.500 per bulan, sekitar Rp66,34 juta.

Sekadar informasi, perusahaan sewa properti, RENTCafe menyebutkan harga sewa hunian satu kamar di San Fransisco sebesar US$3.621 (Rp53,28 juta), sedangkan rumah tiga kamar bisa mencapai US$5.143 (Rp75,82 juta). Kalau beli rumah, harganya lebih mahal lagi. Satu unit rumah di sana, rata-rata harganya mencapai US$1 juta (Rp14,73 miliar).

Pantas, Danny memilih nglaju.

1 dari 2 halaman

4 Cara Unik Berhemat, Ingin Coba?

Dream – Tidak bisa dipungkiri salah satu cara menuju kaya adalah menabung. Demi bisa menabung, tak jarang orang-orang berhemat.

Ada yang berhemat dengan “ memangkas” jatah makan, dari tiga kali sehari menjadi dua kali. Ada yang berhemat dengan memanfaatkan angkutan umum untuk bepergian daripada menggunakan kendaraan pribadi.

Ada pula yang memilih makan di warteg atau memasak mie instan daripada makan di restoran. Tapi, tahukah Anda jika ada cara-cara ekstrem untuk berhemat?

Dilansir CheatSheet, Rabu 21 Juni 2017, ada empat cara yang cukup unik untuk irit uang, yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. Tapi hasilnya luar biasa.

Pertama, tidak mencolok semua piranti elektronik. Ya, cara ini bertujuan menghemat daya yang terbuang percuma. Cara ini bisa menghemat 10 persen tagihan listrik Anda.

Ke dua, mencuci pakaian di kamar mandi. Mencuci pakaian secara manual bisa menghemat listrik dan penggunaan air.

Ke tiga, mengecat atap dengan warna putih. Jika tidak bisa memasang panel surya untuk membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien, lebih baik mengecat atap dengan warna putih.

Warna ini akan memantulkan cahaya matahari dan itu bisa menghemat tagihan listrik 10 hingga 40 persen pada musim panas.

Ke empat, menggunakan kulkas untuk penyimpanan barang non-makanan. Sekali lagi, kulkas dan freezer bisa menjadi “ penyelamat”.

Lipstik, lilin dan baterai akan tahan lama jika ditaruh di yang dingin. Rak kecil di kulkas juga bisa dipakai untuk menyimpan cat kuku supaya tahan lama.

2 dari 2 halaman

Tips Berhemat Saat Liburan ke Luar Negeri

Dream - Berwisata ke luar negeri menjadi impian bagi hampir sebagian orang. Selain mencari suasana baru, wisata ke luar negeri bisa menambah pengetahuan tentang budaya bangsa lain. Namun wisata ke luar negeri bukanlah kegiatan yang murah.

Untuk itu beberapa tips yang dikutip dari Gulf News, Jumat 31 Juli, 2015, berikut ini mungkin bisa digunakan sebagai referensi untuk berhemat saat melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

1. Berburu tiket murah

Tempat wisata di luar negeri biasanya ramai jika sudah memasuki musim panas atau musim dingin, tergantung pada jenis wisata yang ingin dituju. Namun secara umum, pada periode tersebut, pengunjung akan berjubel dan bisnis perjalanan wisata akan ramai. Untuk menghindari semakin mahalnya tiket jika sudah mendekati musim liburan di luar negeri, sebaiknya kita membuat jadwal jauh-jauh hari, termasuk dalam urusan membeli tiket.

2. Memesan hotel

Jika memiliki rencana melakukan perjalanan wisata untuk musim panas, siap-siaplah mendapati harga kamar hotel yang lebih mahal dari biasanya, terutama antara Juli dan Agustus. Agar liburan tidak menguras kantong, pilih hotel apartemen, guest house, atau rumah khusus yang biasa disewakan untuk liburan.

Cara tersebut merupakan langkah cerdas terutama ketika Anda bepergian dengan keluarga. Situs seperti airbnb.com atau flipkey.com menawarkan daftar pilihan rumah liburan, guest house atau flat yang disewakan oleh perorangan.

3. Manfaatkan program rewards

Kadang-kadang kita terpaksa menggunakan kartu kredit atau debit saat bepergian. Dalam hal ini, kita bisa memanfaatkan program rewards yang biasanya ditawarkan dalam kartu kredit. Menurut situs MoneyCamel.com, rewards dalam perjalanan wisata bisa berupa asuransi perjalanan gratis, akses lounge gratis di bandara jika melakukan perjalanan panjang atau banyak transit, layanan antar jemput gratis, cash back atau diskon saat berbelanja di luar negeri.

4. Mencari informasi tentang tujuan wisata

Adalah penting untuk melakukan riset tentang tempat tujuan wisata. Pelajari ulasan dari wisatawan lain. Anda bisa mengguntakan situs yang dapat membantu merencanakan jadwal liburan ke luar negeri seperti tripadvisor.com. Di situs ini Anda bisa membaca ulasan jujur dari wisatawan tentang hotel, restoran, atau tempat wisata terbaik untuk dikunjungi.

Jangan lupa untuk mencari tahu tentang sistem transportasi di tempat tujuan, termasuk biayanya.

5. Bawa uang tunai

Membawa uang tunai adalah penting untuk menjaga jika di lokasi tempat wisata atau di tempat Anda berada tidak tersedia mesin ATM. Tentu saja yang dibawa bukan uang rupiah tapi mata uang negara yang Anda tuju.

6. Tetap berhemat di negeri orang

Mungkin bagi wisatawan Indonesia yang pergi ke luar negeri berhemat sudah menjadi kewajiban karena nilai tukar mata uang kita yang masih belum begitu perkasa di level internasional. Kecuali jika kita pergi ke negara yang memiliki nilai tukar yang lebih rendah dari rupiah, berbelanja bukan menjadi masalah.

Namun jika Anda pergi ke negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Amerika Serikat, dan sebagainya, Anda harus sedikit berhemat dengan pengeluaran saat melakukan aktivitas wisata di sana. Terutama ketika belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Indonesia. Meski kadang harganya terlihat murah, jika kita membeli dalam jumlah banyak, tanpa terasa uang saku kita akan terkuras.(Ism)

Beri Komentar