Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dolar AS Tembus Rp14.700, Indeks Syariah Ikut Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 31 Agustus 2018 16:57
Dolar AS Tembus Rp14.700, Indeks Syariah Ikut Tiarap
IHSG juga ikut-ikutan tumbang

Dream - Sentimen global dari krisis finansial Argentina dan perang dagang Amerika Serikat dn Chin kembali menekan laju bursa saham dunia. Sebagian besar indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah akibat isu tersebut.

Menguatny nili tukar dollar AS terhadap rupiah semakin membuat laju bursa saham tertekan. Termasuk tiga indeks acuan saham syariah di BEI. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terkoreksi 0,463 poin (0,26%) ke level 178,562. ISSI tiarap seharian sejak dibuka melemah di level 178,086. ISSI terperosok ke level terendah di 176,454.

Indeks keping biru syariah juga tak bisa berbuat banyak di tengah sentimen negatif internasional ini. Dengan 17 emiten yang bergerak melemah, indeks bluechips Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,225 poin (0,64%) ke level 659,916.

Sementara Indeks JII70 merosot 1,243 poin (0,56%) ke level 220,242.

Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia dilanda tekanan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,504 poin (0,01%) ke level 6.018,460.

Kembali datangnya sentimen negatif membuat investor menahan diri terjun ke lantai bursa. Mereka justru melepas sahamnya yang membuat 149 saham syariah melemah. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat dana bergulir di lantai bursa syariah mencapai Rp4,87 triliun dari 48,62 miliar lembar saham.

Pemodal asing jug tak mau berspekulasi dengan sentimen negatif ini. Mereka berbalik arah dengan melakukan aksi jual saham senilai Rp347 miliar. 

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor lebih suka bermain saham di sektor industri dasar sehingga indeksnya menguat 1,43 persen.

Namun, indeks-indeks yang menguat ini tak mampu menekan pelemahan perdagangan. Indeks industri aneka melemah 2,45 persen dan properti 1,00 persen.

Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harganya menanjak Rp350, TPIA Rp250, INDY Rp90, PGAS Rp90, dan INDF Rp50.

Sebaliknya, ITMG terjun bebas Rp700, UNVR Rp450, ASII Rp225, AKRA Rp170, dan ICBP Rp125.

Dari pasar uang, dolar AS melemah tipis 11 poin (0,07%) ke level Rp14.691 per dolar AS. Dolar bertengger ke level Rp14.754 per dolar AS.

1 dari 2 halaman

Waduh! Kurs Dolar AS Tembus Rp14.700, Apa Pemicunya?

Dream – Nilai tukar Dolar AS kembali mengamuk terhadap mata uang dunia. Mata uang Negeri Pam Sam itu juga menunjukan kekuatannya dengan menyeret rupiah menembus level Rp14.700.

Dikutip dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar dollar AS pada Jumat, 31 Agustsu 2018 rata-rata diperdagangkan di level Rp14.711. Rupiah artinya kembali mencetak level terendahnya sepanjang 2018. 

Dibandingkan perdagangan kemarin, kurs dollar AS jelang libur akhir pekan ini naik 56 poin dari sebelumnya Rp14.655 per dolar AS.

Penguatan nilai tukar dolar AS membuat pemerintah waspada. Sebab, nilai tukar ini sudah jauh dari target APBN 2018. Sekadar informasi, asumsi kurs yang dipatok di anggaran negara tahun ini sebesar Rp13.400 per dolar AS.

“ Ya, kami akan mengawasi dan waspadai,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Jakarta.

2 dari 2 halaman

Inikah Penyebabnya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sampai Rp14.700 disebabkan oleh krisis yang terjadi di Argentina.

Menurut Darmin, pelemahan ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.

“ Malaysia dan Thailand itu biasanya hampir nggak ada tertekan, tapi kemarin dia juga melemah mata uangnya. Semua negara di kawasan ini juga mengalami itu,” kata Darmin.

Sementara itu, Instutite for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan pelemahan nilai tukar dipicu oleh krisis Turki dan Argentina. Belum lagi muncul isu rencana kenaikan suku bunga The Fed yang membuat rupiah ambruk.

(Sumber: Liputan6.com, Merdeka.com)

Beri Komentar