Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Dolar AS Tembus Rp14.700.
Dream – Nilai tukar Dolar AS kembali mengamuk terhadap mata uang dunia. Mata uang Negeri Pam Sam itu juga menunjukan kekuatannya dengan menyeret rupiah menembus level Rp14.700.
Dikutip dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar dollar AS pada Jumat, 31 Agustsu 2018 rata-rata diperdagangkan di level Rp14.711. Rupiah artinya kembali mencetak level terendahnya sepanjang 2018.
Dibandingkan perdagangan kemarin, kurs dollar AS jelang libur akhir pekan ini naik 56 poin dari sebelumnya Rp14.655 per dolar AS.
Penguatan nilai tukar dolar AS membuat pemerintah waspada. Sebab, nilai tukar ini sudah jauh dari target APBN 2018. Sekadar informasi, asumsi kurs yang dipatok di anggaran negara tahun ini sebesar Rp13.400 per dolar AS.
“ Ya, kami akan mengawasi dan waspadai,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sampai Rp14.700 disebabkan oleh krisis yang terjadi di Argentina.
Menurut Darmin, pelemahan ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.
“ Malaysia dan Thailand itu biasanya hampir nggak ada tertekan, tapi kemarin dia juga melemah mata uangnya. Semua negara di kawasan ini juga mengalami itu,” kata Darmin.
Sementara itu, Instutite for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan pelemahan nilai tukar dipicu oleh krisis Turki dan Argentina. Belum lagi muncul isu rencana kenaikan suku bunga The Fed yang membuat rupiah ambruk.
(Sumber: Liputan6.com, Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya