Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Donald Trump Terpilih Sebagai Presiden Amerika Serikat.
Dream – Donald Trump mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat. Dia pun terpilih sebagai presiden selanjutnya.
Namun, hasil pemilihan presiden ini membuat pasar anjlok.
Dilansir dari Bloomberg, Rabu 9 November 2016, bursa berjangka komoditas, S&P 500 Index merosot 5 persen dan bursa Eropa anjlok 4,3 persen. Indeks Asia Pasifik, MSCI Asia Pacific Index pun juga melemah 2,6 persen.
Kemenangan Trump ini juga berpengaruh terhadap pelemahan dolar AS. Nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam ini melemah terhadap yen, euro, dan swiss franc. Nilai tukar yen menguat terhadap semua mata uang, sementara euro dan swiss franc menguat 1,2 persen terhadap dolar AS.
Terpilihnya Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat ini juga membawa sentimen negatif terhadap harga minyak. Harga minyak merosoto 1.4 persen. Namun, kemenangan Trump ini justru melejitkan harga emas sebesar 3,3 persen—kenaikan ini tertinggi sejak peristiwa Brexit.
Pasar keuangan Amerika Serikat pun juga ikut terpuruk. Disebutkan bahwa yield obligasi bertenor 10 tahun milik Amerika Serikat ini anjlok dari 3 persen menjadi 1,82 persen.
© Dream
Dream - Melemahnya pasar usai kemenangan Trump ini bukanlah tanpa alasan. Analis pasar menyebut pelemahan ini disebabkan oleh kecemasan investor. Mereka khawatir kemenangan Trump bisa berdampak negatif terhadap perdagangan.
“ Kemenangan Trump ini diprediksi bisa membahayakan perdagangan,” kata Head of Research and Investment Strategy ETF Securities di London, Inggris, James Butterfill.
Butterfill mengatakan investor mengungkapkan kecemasannya ini melalui pelemahan dolar. “ (Pelemahan dolar AS) adalah kabar buruk bagi perusahaan Eropa,” kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya