Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Chief Of Product Proposition & Sharia FWD Life Ade Bungsu , Anggota Dewan Pengawas Syariah FWD Life Agus Siswanto ; Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah (IKNB) Moch.Muchlasin ; Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Taufik Marjun
Dream - Industri keuangan syariah Indonesia terus menggeliat. Selain bisnis keuangan, model bisnis syariah mulai menjamur di sektor travel dan lifestyle. Diantara sekian banyak jenis bisnis syariah yang berkembang, Indonesia menyimpan satu potensi bisnis besar.
Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah optoritas Jasa Keuangan, Mochamad Muchlasin, menganggap peluang bisnis tersebut ada di industri asuransi syariah yang dianggap memiliki prospek cerah di masa depan.
" Penetrasi pasar masih rendah," kata Muchlasin dalam acara " Menakar Prospek Asuransi Jiwa Syariah di Tengah Dinamika Ekonomi 2017" di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa 8 November 2016.
Dia mengatakan, kinerja asuransi syariah akan semakin berkembang pada 2017 dan menjadi pilihan proteksi dan investasi bagi masyarakat.
Data per Agustus 2016, penetrasi asuransi syariah baru mencapai 0,078 persen sedangkan densitasnya Rp35.691. Rendahnya penetrasi dan densitas asurasi jiwa syariah ini tidak lepas dari sejumlah tantangan seperti keterbatasan modal, kapasitas sumber daya manusia inovasi produk, dan literasi.
Muchlasin mengatakan OJK akan mendukung industri dan pelaku usaha untuk mengembangkan asuransi syariah. Selain dengan pelatihan, otoritas keuanga ini juga mendorong asuransi syariah sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia.
" Pengembangan asuransi syariah sebagai gaya hidup berbasis komunitasi," kata dia.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, Taufik Marjunihadi, mengaku perlu ada kerja sama antara industri dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan sosialisasi tentang prospek bisnis industri asuransi jiwa syariah.
Dalam tiga tahun terakhir, dikatakan bahwa ada 90,4 persen masyarakat Indoesia yang tidak tahu asuransi syariah. Hanya ada 9,6 persen yang tahu asuransi ini. Kerja sama kedua belah pihak ini akan menciptakan sinergi dan peluang bagi industri asuransi syariah untuk berkembang.
" Para pelaku industri juga lebih dituntut untuk meningkatkan inovasi produk asuransi jiwa syariah dengan jalur distribusi alternatif yang mampu memeuhi kebutuhan masyarakat," kata Taufik.(Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?