Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Wanita Mengalami Tantangan Yang Berat Untuk Bisa Mencapai Level Direksi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Konsultan Senior dari The Economics Intelligence Unit, Trisha Suresh, mengungkapkan peluang para perempuan Asia Tenggara menduduki posisi penting di perusahaan masih sangat sulit. Bias gender yang luas menjadi penghalang wanita menjadi pimpinan sebuah korporasi.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 28 Juni 2019, persentase perempuan di jajaran direksi di ASEAN masih terbilang rendah.
" Perempuan menghadapi perjuangan berat untuk bisa duduk di kursi dewan direksi dibandingkan dengan rekan pria mereka,” kata dia di Jakarta.
Mengutip penelitian International Finance Corporation (IFC) berjudul Keanekaragaman Gender Dewan Perusahaan di ASEAN, perusahaan yang memiliki lebih dari 30 persen anggota dewan perempuan sebetulnya mencatat rata-rata Tingkat Pengembalian Aset atau Return of Assets (ROA) sebesar 3,8 persen.
Pencapaian itu lebih besar dari perusahaan yang tidak memiliki anggota dewan perempuan, dengan ROA sebesar 2,4 persen.
Dalam keterwakilan perempuan di dewan, Indonesia setara dengan rata-rata ASEAN (14,9 persen). Namun, Indonesia tertinggal dalam hal jumlah jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior (18,4 persen), jauh di bawah rata-rata ASEAN yakni 25,2 persen.
Trishna menyebutkan, kaum perempuan masih sulit untuk bisa mengembangkan karir lantaran banyaknya tantangan yang harus dihadapi, baik di level regional maupun perusahaan.
Di tingkat regional, ia memaparkan, perempuan masih harus menghadapi tekanan sebagai ibu rumah tangga, stereotip umum terkait sifat dan kebiasaan kaum hawa, sampai minimnya wadah untuk bisa menyalurkan bakat.
Sedangkan di level perusahaan, pengangkatan seorang dewan direksi masih cenderung didominasi oleh relasi antar sesama rekan lelaki.
" Untuk mengatasi budaya ini, perusahaan dapat mulai memperkenalkan mekanisme seleksi yang lebih formal untuk pemilihan keanggotaan dewan dan memberi kandidat perempuan visibilitas yang lebih besar melalui jaringan Iintas perusahaan atau direktori anggota dewan perempuan di seluruh negara," kata dia.
Upaya ini didorongnya lantaran dewan direksi sebuah perusahaan yang memiliki anggota perempuan telah terbukti menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik dengan menggunakan perspektif yang lebih luas. Ini memungkinkan terjadinya inklusivitas yang lebih besar dan pada akhirnya berbuah kinerja keuangan lebih baik.
" Bisnis inklusif yang mempromosikan kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam