Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Dream - Beberapa pekan yang lalu, Inggris memutuskan untuk hengkang dari Uni Eropa (British Exit/Brexit). Banyak yang memprediksi keuangan syariah akan terkena dampak referendum itu.
Namun, ketakutan itu dinilai berlebihan.
Dilansir dari The National, Senin 11 Juli 2016, Chief Executive Officer (CEO) Rasmala--perusahaan manajemen aset di Inggris, Zak Hydari, mengatakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa ini berarti lembaga keuangan yang berbasis di London akan kehilangan keistimewaannya untuk bebas mengakses pasar Eropa. Tapi, hal itu bukanlah masalah yang penting.
" Masalah ini tak berdampak signifikan terhadap perbankan syariah lokal di Eropa sejak operasi mereka ada di pasar lokal, bukan lintas Eropa. Deposito pun seharusnya tak terdampak oleh Brexit," kata Hydari.
Dia tak melihat ada perubahan yang besar terhadap sikap investor terkait Brexit. Investor pun dinilai tak cemas terhadap dampak Brexit. Memang, nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS merosot 13 persen di kisaran US$1,3 (Rp17,02 ribu) setelah pengumuman Brexit.
" Beberapa investor dari Negara Teluk mempertimbangkan pergerakan mata uang itu sebagai kesempatan pembelian saham yang potensial," kata dia.
Hydari juga tak melihat keuangan syariah di Inggris memudar akibat Brexit. Dikatakan bahwa sejak tahun 2000, Inggris berambisi mengembangkan keuangan syariah di sana dengan mengeluarkan kerangka kerja untuk keuangan syariah.
" Keuangan syariah di Inggris tak berubah akibat Brexit," kata dia.
Sementara itu, bank syariah di London, Bank of London and Middle East (BLME) menyebut tetap akan beroperasi pasca Brexit. BLME ini akan tetap beroperasi di London dan Manchester.
" BLME tak ada rencana untuk berubah. BLME akan tetap bekerja sama dengan pemerintha untuk mengembangkan lingkungan keuangan syariah dan investasi bisa berkembang," kata seorang juru bicara BLME.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
