Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Perusahaan eksportir daging bersertifikat halal dari Amerika Serikat (AS), Midamar Corporation, meminta publik tak gegabah dengan dugaan miring yang dialamatkan kepada mereka.
Paling tidak, publik harus mengetahui pembelaan yang akan segera diberikan perusahaan terkait tudingan tersebut.
Sebelumnya, Midamar dituding telah melakukan praktik pemotongan hewan tak sesuai standar kehalalan yang ditetapkan. Padahal Midamar adalah perusahaan yang memasok daging halal ke sejumlah negara muslim seperti Malaysia, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Jaksa federal Amerika Serikat telah menuduh direktur perusahaan yang merupakan dua bersaudara, Jalel dan Yahya Bill Aosey melakukan konspirasi dengan memalsukan dokumen dan menjual produk tak halal.
Dalam situs perusahaan, pihak Midamar menuding pemberitaan yang beredar sejumah media tak sepenuhnya benar.
" Kami dari Midamar senantiasi mengapresiasi loyalitas dan menghargai konsumen, pemasok, dan pemangku kepentingan," ungkap Midamar dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness.com, Rabu, 24 Desember 2014.
Midamar menegaskan perusahaannya sepenuhnya hanya menjual makanan halal baik dari segi bahan maupun tata cara penyembelihan.
" Kini kami mencoba untuk memahami apa tuduhan yang diajukan kepada perusahaan," katanya.
Tak hanya Midamar, anak perusahaan Islamic Service of America juga menanggung akibat dari tuduhan tersebut. ISA merupakan organisasi yang telah mendapatkan sertifikat halal dari negara seperti Malaysia, Indonesia, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya