Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Munculnya gerakan militan Islamic State, sebelumnya bernama ISIS, telah menghancurkan sendi perekonomian negara-negara Timur Tengah. Ditambah munculnya perang Suriah, dua negara Arab yakni Suriah dan Irak dilaporkan mengalami kerugian terbesar.
BACA JUGA : Kisah Ashabul Kahfi Serta Mengetahui Pelajaran Dari Kisahnya
Bank Dunia melaporkan efek dari perang Suriah dan aktivitas ISIS telah membuat enam negara Arab mengalami kerugian hingga US$ 35 miliar.
Laporan terbaru The Policy Research Working Paper pada Desember melaporkan enam negara yang terpapar imbas krisis perang Suriah dan ISIS adalah Suriah, Irak, Turki, Mesir, Yordania, dan Libanon.
Dari enam negara tersebut, Suriah dan Irak dilaporkan mengalami kerugian terbesar.
" Dengan kata lain, skala ekonomi negara-negara ini dihitung dari PDB, bisa turun US$ 35 miliar, lebih besar dibandingkan jika tak terjadi perang," ungkap laporan tersebut seperti dikutip Dream dari laman jpost, Selasa, 23 Desember 2014.
Efek negatif yang diderita Suriah di antaranya anjloknya perekonomian lebih dari sepertiga. Pemicunya adalah aliran pengungsi penduduk Suriah dan dampak perang.
Dampak lain adalah turunnya ekspor minyak hingga 90 persen, kerusakan fisik 20 persen, dan rusaknya iklim tenaga kerja.
Lebih jauh, konflik Suriah telah membuat biaya sewa turun 50 persen dan gaji berkurang 20 persen.
Studi kali ini juga mencoba melihat kondisi negara tetangga Suriah khususnya Libanon dan Yordania. Kedua negara ini ditaksir mengalami kerugian cukup signifikan di sejumlah area bisnis, komunikasi, keuangan, asuransi, real estate, dan transportasi.
Akibat tak langsung langsung adalah hilangnya peluang perdagangan dan integrasi yang sebelumnya telah cukup berkembang.
Di Irak, ISIS telah membuat produktivitas dan pendapatan per kapitas turun 5 persen.
Sementara Mesir diakui tak mengalami dampak kerugian langsung dari perang di Irak dan Suriah. Namun pendapatan per kapitas penduduk telah berkurang 9 persen akibat hilangnya aktivitas perdagangan.
Hal yang sama terjadi pada Turki yang kehilangan peluang perdagangan khususnya di jasa bisnis dan konstruksi. Hilangnya peluang perdagangan Turki ditaksir mencapai US$ 1,6 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya